![]() |
| Presiden Joko Widodo (kanan) menerima kunjungan delegasi Bank Dunia (World Bank) yang dipimpin President World Bank Jim Yong Kim (kiri) di Istana Merdeka, Jakarta. [ANTARA] |
"Pada saatnya membahas mengenai bagaimana kerja sama dan bantuan yang bisa diberikan Bank Dunia untuk pengembangan pembiayaan terhadap pembangunan Indonesia, yang masih tetap menjaga kepentingan-kepentingan kita maupun pertimbangan-pertimbangan dari pembiayaan itu," kata Darmin di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (25/7).
Menurut Darmin, rencana kerja sama bantuan terse but masih menjaga kepentingan-kepentingan dalam negeri serta pertimbangan pembiayaan yang menguntungkan indonesia.
"Maka memang pembicaraan berkembang, apakah presiden Kim menawarkan, kalau begitu kita bisa maju lebih jauh untuk membuat Indonesia menjadi showcase di dalam memobilisasi dana dari dunia internasional untuk hal-hal yang diprioritaskan oleh indonesia di dalam membangun infrastruktur terutam a," jelasnya.
Langkah ini membahas agar terjadi keseimbangan untuk urusan BUMN dan non BUMN. Terkait hal ini, Presiden Jokowi meminta agar Bank Dunia memberikan gambaran mengenai teknologi maju dan modern serta penerapannya di negara lain.
"Karena kita harus memprediksi dan perluasan jangan sampai kita tertinggal melihat perkembangan yang ada," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan Presiden Bank Dunia menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas kemajuan yang dilakukan oleh pemerintah indonesia. Kim juga memberikan masukan mengenai pendidikan dan garis kemiskinan yang perlu dipuaskan oleh pemerintah Indonesia.
Meski demikian, Kim juga menyampaikan tak mudah bagi pemerintah untuk melakukan hal tersebut. Maka, Luhut menjelaskan Kim berharap seluruh pihak dapat secara bersamaan.
"Tapi aku melihat Indonesia ini menjadi satu model yang bisa digunakan di negara-negara lain karena kepemimpinan Presiden Jokowi juga sangat bagus," pungkas Luhut. (mk)
Sumber : Merdeka.com

No comments:
Post a Comment