Jakarta - Partai Amanah Nasional (PAN) masih belum bersikap soal ajakan Gerindra untuk berkoalisi menghadapi Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019 mendatang.
PAN mengaku mereka masih fokus mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo dan juga Wakil Presiden Jusuf Kalla sampai akhir jabatan pada tahun 2019.
“Sekarang kita menjalankan komitmen dulu dukung Jokowi. Tetapi, ini intinya masih 2019, jadi jangan hanya bicara soal Pilpres,” ujar sekjen PAN Eddy Soeparno saat dihubungi, Rabu (26/7/2017).
PAN akan mengambil keputusan soal arah koalisi mereka termasuk siapa calon yang akan dijagokan saat rapat kerja nasional (rakernas) 2018. Menurut Eddy, rakernas adalah pengambilan keputusan tertinggi.
“Selanjutnya, kami punya mekanisme partai. Segala sesuatu yang berkaitan tentang Pemilu harus dengan rakernas yang merupakan pengambilan keputusan tertinggi. Ini akan diputuskan pada rakernas 2018,” kata Eddy.
Sebelumnya, Waketum Gerindra Fadli Zon mengidamkan koalisi dengan 3 parpol lainnya di Pilpres 2019. Fadli ingin Gerindra bergandengan dengan PKS, PAN, dan PD.
“Kalau Gerindra kan hitungannya, kalau berkoalisi dengan PKS cukup. Gerindra dengan PAN cukup. Gerindra dengan Demokrat apalagi. Kalau berempat berkoalisi lebih kuat lagi,” kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (25/7).
Gerindra sedang melakukan persiapan untuk memenangkan Pilpres 2019, Gerindra sudah memastikan berkoalisi dengan PKS, sekarang Gerindra sedang mendekati PAN dan juga Partai Demokrat. (mk)
Sumber Berita

No comments:
Post a Comment