![]() |
| Ilustrasi: Pasangan sejoli, Pemilik First Travel. |
Kadang-kadang disitunya gue sedih, yang tadi respect ini berubah nyinyir. Sebab ini masalah dengan skup yang tidak hanya wisata doang, namun merambah ke masalah ibadah sunnah. Bagi umat Islam itu biasanya disebut dengan ibadah umrah dan kewajiban ibadah haji. Bisnis ini, waduh jika benar maka sudah dekat dengan namanya ta'aruf ilallah, mendekati Tuhan broo!..Cuma, ya itu tadi, kok aneh jadi mendekatnya ke penjara...Pegimana doong!!??
Ranah ini paling wenakk dipotensikan buat lahan bisnis baik konvensional bahkan networknya juga ada. Woalah! Ada yang malah tidak hanya ke Mekkah, Jedah namun hingga Jerusalem atau Bethlehem pun juga ada, bisa ini dijangkau.
Tapi ya itulah pengalaman hidup, apapun mesti kita kaji lebih detail mana kulit dan mana batin yang paling mulia. Penting ibadah tampak atau ibadah batin pada Tuhan.
Nah, begini! Gua ada baca nih, jauh-jauh hari sebenarnya Kementerian Agama kerap mengendus adanya kasus dugaan penipuan berkedok investasi bodong. Ia menggunakan baju dan bendera berlambang, misal adanya biro perjalanan haji dan umroh. Bidang ini beeeh...paling laris lho jika dimarketingkan.
Kementerian Agama mengendus adanya kasus dugaan penipuan berkedok investasi bodong berkedok biro perjalanan haji dan umroh. Kasus ini diduga dilakukan oleh biro perjalanan yang menerapkan sistem Multilevel Marketing (MLM).
Kemenag pun mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melacak dugaan praktik bodong tersebut.
" OJK perlu melakukan investigasi atas aktivitas haji khusus dan umrah dengan cara multilevel marketing. Investigasi ini menjaga agar masyarakat terlindungi," ujar Direktur Pembinaan Haji dan Umroh (PHU) Kemenag Muhajirin Yanis dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta.
Yanis menjelaskan mengatakan pengelolaan haji dan umrah merupakan tugas nasional. Artinya, OJK perlu memiliki irisan dalam perlindungan kepada masyarakat selaku institusi legal pemerintah dalam melakukan pemantauan dan penertiban terkait aktivitas jasa keuangan.
"Kami pernah menyurati OJK terkait maraknya MLM haji dan umroh. Yah, untuk sharing dan berbagi informasi-lah," kata Yanis.
Dalam catatan Dirjen PHU, bulan lalu saja, hampir 800 orang masyarakat tertipu di Semarang Jawa Tengah. Mereka tertipu dan akhirnya tidak bisa berangkat umrah. Adapun, pelakunya sudah ditangkap dan dalam proses hukum di Bareskrim.
" Itu baru satu contoh, belum lagi contoh lainnya di berbagai daerah, banyaklah," ungkap dia.
Kisah Rekrut merekrut, begini ada kisah!
“Iis kan temannya banyak. Cukup butuh 11 orang, nanti Iis bisa berangkat umroh gratis...”
Itulah salah satu kalimat persuasif yang saya terima dari seorang famili suami yang mengasuh sebuah pondok pesantren di sebuah kecamatan di Jember. Saya diminta membawa dua tumpuk kartu nama dan sejumlah brosur yang memuat nominal biaya plus jadwal pemberangkatan umroh ke tanah suci untuk dibagi kepada kenalan-kenalan saya. Saya melirik nama perusahaan travel yang tertera di kartu nama tersebut. Mmm, rasanya nama tersebut cukup familiar. Rasanya saya pernah membaca nama tersebut...
Selisih tiga bulan, nama perusahaan tersebut kembali muncul dalam promosi seorang kenalan di jejaring Fesbuk di Lumajang. Ia mengatakan ada cara gampang bagi siapa saja yang ingin ke Tanah Suci dengan cara murah. Cukup mengumpulkan sejumlah orang tertentu yang ingin bepergian, maka kita akan dapat berangkat ke Tanah Suci dengan harga miring, bahkan gratis!!!
Tepat sepekan lalu, plang nama perusahaan travel tersebut tak sengaja saya temukan di sebuah rumah di pusat Kota Lumajang. Yup, tawaran umroh atau haji berbiaya murah dan/atau gratis dengan mencarikan jamaah sejumlah tertentu tampaknya kian marak di wilayah Jember dan Lumajang oleh perusahaan travel tersebut. Iming-iming ini pun sudah merambah pada wilayah-wilayah pelosok.
Saya mencoba mencari informasi tentang perusahaan tersebut di Google. Ya, ternyata benar, perusahaan travel tersebut pernah menjadi pemberitaan di media sekitar dua tahun lalu karena menawarkan umroh dengan sistem berjenjang atau yang lazim disebut multi level marketing (MLM).
Perusahaan ini adalah salah satu dari dua perusahaan yang memperkenalkan sistem MLM umroh dan haji yang rekomendasi Dewan Pengawas Syari’ah (DPS) dan sertifikasi syari’ahnya dicabut oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) pada Agustus 2012.
Stop! Gua ngak akan lanjutin panjang lebar, kasihan lahan bisnis mereka direcoki!!
Intinya, bahwa Sebenarnya bukan lah MLM yang terkadang 100% salah namun manusianya yang terkadang berubah. Persoalannya, mindset dan pola pikir kerap salah dalam prakteknya, terlalu jumawa... Nah, akibat First Travel yang begini nih yang bikin citra semacam itu buruk. Praktek Ponzi yang menggunakan pola piramida dan bualan (abal-abal) untuk mengimingi nasabah yang bisa tertipu dengan cara promosi Artis dijantung usahanya, adalah wujud ketidak jujuran dan tidak fairnya pihak First Travel.
Dikutip dari laman Kompas, bahwa Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak mengatakan, pemilik agen perjalanan umrah First Travel yang kini menjadi tersangka terkadang menggunakan artis sebagai bagian dari promosi mereka.
Sementara itu, promosi yang ditawarkan First Travel disinyalir merupakan modus penipuan dan penggelapan.
"Itu bagian dari yang menurut mereka promo. Bagi saya, itu bagian dari modus penipuan," ujar Herry di kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (22/8/2017).
First Travel membanderol paket promo perjalanan umrah dengan harga Rp 14,3 juta. Harga ini jauh di bawah standar yang ditetapkan Kementerian Agama, yakni Rp 21 juta. Untuk menaikkan minat masyarakat atas paket promo itu, maka First Travel menggunakan artis untuk endorsement.
"Sehingga ditayangkan di media bahwa First Travel bisa begitu hebatnya bisa memberangkatkan artis. Tujuannya dia bisa menarik jemaah sebanyak-banyaknya dan bisa menarik yang lebih banyak lagi," kata Herry.
Untuk itu, masyarakat perlu teliti. Terkait dengan MLM umroh dan haji jika ada penawaran, boleh saja ikut namun masyarakat juga dapat mencari informasi atau menyampaikan keluhan kepada Kantor Kemenag Kabupaten/Kota. Ya, tawaran beribadah umroh dan/atau haji dengan biaya murah memang menggiurkan. Namun, sistem yang digunakan tersebut cenderung menimbulkan bahaya. Dengan uang muka yang sangat rendah, calon jamaah direkrut tanpa melihat apakah yang bersangkutan termasuk dalam kategori mampu atau tidak mampu secara finansial.
Itulah fenomena dilema saat praktik beragama dan kepuasan wisata jadi bagian yang terintegrasi di batin zahir visi dunia akhirat yang terombang ambing dalam 'cinta uang atau cinta Tuhan'. Kalau cinta uang boleh lah kita mau menipu hingga masuk kubur, ya ngak masalah! begitu juga politisir ayat demi kuasa, hingga tereak-tereak bunuh ini, bunuh itu karena kafir bolehlah asal ia memang cinta dunia. Tapi, jika Allah yang dibawa-bawa apa tidak salah itu? Tuhan itu maha lembut, kasih dan sayang lagi maha ciptakan segala, kapan pun maka jadilah barang itu walau anda membenci terjadinya, jangankan manusia diciptakan-Nya, hewan haram pun Tuhan cipta dia.
Yang salah lagi-lagi bukan Tuhan bukan agama, tapi manusiaaaanya, mau manusia manapun, mau darah biru, darah Arab, darah Azam, darah awam, semua tak luput dari salah.
Jadi jangan sok suci diatas namanya Dia, sementara Anda itu lagi Malpraktek.
(embo)

No comments:
Post a Comment