Public speaking atau keterampilan bicara di depan orang banyak adalah sebuah kebutuhan mutlak bagi setiap individu termasuk misalnya kita berdoa' yang di dengar banyak pihak di acara formil (resmi) pemerintahan. Adalah sebuah kesalahan jika kita menganggap do'a hanya pejabat publik yang memerlukannya.
Pada dasarnya, public speaking bertujuan untuk mengungkapkan ide dan pandangan serta harapan yang sesungguhnya dengan memilih kata-kata yang tepat dan bisa diterima oleh orang lain dan Tuhan pun Maha mendengar apapun bahasamu, bahasa hewan berkicau sekalipun Ia Tuhan itu tahu.
Karena itulah, setiap individu wajib memiliki keterampilan public speaking agar ide-ide yang tersimpan di dalam kepalanya tidak menjadi sampah namun bermanfaat bagi orang lain.
Mungkin ada saatnya kita diminta untuk menjadi tukang doa di acara kantor atau semisalnya, doa ini bersifat singkat untuk acara tersebut, ini hanya pancingan untuk mencari ide doa. Kamu tentu bisa menggantinya dan menyesuaikan beberapa bagian sesuai dengan situasi dan kondisi.
Meskipun ini mungkin ritual kantor, namun sebelum kamu doa, pastikan kamu berusaha untuk khusyu dan berharap kepada Allah dengan sungguh-sungguh, agar doa tidak kehilangan ruhnya.
Untuk acara-acara kantor biasanya di awali dengan kata-kata pembuka yang baik.
Sejarah Nabi Musa mungkin tahu, Ia pernah memanjatkan doa agar Allah memberikan kemudahan berbicara. Doa tersebut diabadikan dalam Alquran Surat Thaha ayat 25-28, bagi umat Islam. "Robbishrohli shod'ri, wayassirlii amrii, wakhlul 'uqdatammil lisani, yafqohu qouli." Arti doa tersebut adalah:
"Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku dan mudahkanlah untukku urusanku dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku supaya mereka mengerti perkataanku." Doa ini kerap dibaca saat seseorang memulai berbicara di hadapan banyak orang.
Doa ini juga dianjurkan dibaca untuk mengatasi rasa gugup saat berbicara di depan umum agar tidak salah ucap, tertata baik, dan tidak gugup, dan mengena serta tidak menimbulkan Polemik. Jika itu terjadi maka akibatnya fatal.
Doa bisa terkabulkan dan berdampak pada semua, jika mengenai fisik seseorang, jelas merupakan serangan langsung, kenapa tidak mendo'akan kemakmuran bagi semua?
Nah, jika seorang yang berpengalaman di Partai dengan basis Agama, Tifatul Sembiring bagaimana?Ia memimpin Doa di acara Sidang MPR 2017 namun akhirnya mengalami tanggapan beberapa pihak termasuk Politikus PDIP Eva Kusuma Sundari.
![]() |
| Tifatul Sembiring membaca doa dalam Sidang Tahunan MPR. /detikcom |
"Aku sedih saja ya dipolitisasi. Menurut saya sesuatu yang sangat personal. Pak Tifatul mempergunakan kesempatan berdoa untuk agenda politik, doa Tifatul itu juga terkesan ingin menjatuhkan Jokowi karena menyerangnya secara personal bukan kinerjanya selama 3 tahun memerintah. "Sangat politik, karena mau men-downgrade Pak Jokowi melalui kefisikannya enggak ke kinerjanya. Padahal tadi ngomongnya masih publik-publik tiba-tiba pada saat kesempatan personal sekali. Masalah ini bisa menjadi pendidikan politik yang buruk bagi semua pihak lantaran menggunakan momentum sidang tahunan demi kepentingan pribadi. "Dan itu pendidikan politik yang jelek untuk kita semua. Gunakan kesempatan untuk agenda pribadi dan politik. Politisasi doanya," katanya di muat merdeka, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8).
Seperti diketahui, Ketua Fraksi PKS MPR Tifatul Sembiring memimpin doa dalam sidang tahunan MPR di ruang rapat paripurna I, Gedung Kura-kura DPR. Dalam doanya, Tifatul meminta kepada Tuhan agar badan Presiden Joko Widodo menjadi lebih gemuk. Sebab, Tifatul menilai badan Jokowi semakin kurus seiring dengan kerja kerasnya dalam membangun bangsa agar lebih maju, makmur dan sejahtera.
Politikus PKS ini melihat Jokowi kerap kelelahan karena minimnya waktu istirahat setiap hari. Oleh karena itu, dia berharap Tuhan memberi Jokowi kesehatan dan kekuatan supaya bisa menjalankan tugasnya dengan baik.
"Ya Allah ya mutakabir berilah petunjuk kepada pemimpin-pemimpin kami bimbinglah mereka agar senantiasa Istiqomah di jalan-mu, beri petunjuk lah ke Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo gemukkan lah badan beliau Ya Allah. Karena kini terlihat semakin kurus padahal tekad beliau dalam membangun bangsa dan negara ini. Kami lihat beliau kurang waktu untuk beristirahat setiap hari. Pasti capek dan lelah limpahi lah beliau dengan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas curahkanlah hidayahmu jalan petunjuk yang lurus", ujar Tifatul.
Maka, dari itu, agar tak menyinggung fisik yang tujuannya memang sudah diketahui umum, maka hindarilah pak Sembiring!!! Islam memimpin doa wajib di mengerti juga yang dimpinkan doanya (umat lain) bisa paham dan mengerti, apalagi di acara formal.
Doa menarik itu biasanya seperti ini :
Ya Allah Ya Maha Pengasih dan Maha Penyayang, puji syukur kami panjatkan kehadiratmu atas segala nikmat dan karuniamu, sehingga pagi ini kami bisa berkumpul pada hari ini.Baca juga : Doa Tifatul Sembiring: Ya Allah Gemukkanlah Badan Presiden Jokowi. Maka Jokowi 2 Periode
Ya Allah yang Maha Mengetahui, tunjukanlah kepada kami bahwa yang benar itu memang benar dan berikanlah kami kemampuan untuk menegakkannya.
Serta tunjukanlah kepada kami bahwa yang salah memang salah adanya dan berikan kemampuan kepada kami untuk menghindarinya.
Ya Allah Yang Maha Kasih dan Sayang,jangan Engkau bebani kami melainkan sesuai dengan kemampuan kami. Jangan hukum kami jika kami lupa atau bersalah. Dan lindungilah kami dari segala musibah.
Ya Allah kami berlindung kepada-Mu dari rasa sedih dan duka. Kami berlindung kepada-Mu dari rasa lemah dan malas. Dan kami berlindung kepada-Mu dari kesalahan yang terlanjur kami lakukan.
Ya Allah yang maha pengasih dan maha penyayang, berikanlah kami kesehatan, kekuatan, serta lindunganmu, sehingga kami dapat menjalankan seluruh amanah yang diembankan kepada kami dengan baik.
Coba tadi lakukan Doa itu sifatnya umum, bisa juga khusus dengan bahasa ibu atau bahasa pengungkap yang bisa dipahami khalayak umum.
(Embo)


No comments:
Post a Comment