Pokoknya FPI ini perlu disorot agar tak lepas dari cara pandang kita menilai prilakunya ke depan.
Nah ini kebetulan ada peristiwa yang unik dan sukar dipercaya:jika memang sukar percaya, percaya sajalah. Ribuan anggota FPI menyanyikan dua lagu yakni dari Sabang Sampai Merauke dan Hari Merdeka dalam acara Milad ke-19 di Stadion Kamal Muara, Jakarta Utara. Kadang kita memang suka kejam dan nyinyir sama FPI.
Giliran mereka ingin tobat, ahai tobat! Waras dan kembali ke jalan yang benar harusnya dibimbing dan jangan dibully sodaraa!!
Dulu Rizieq ngatain itu “Pancasila letaknya ada di pantat” langsung dimaki sama hatersnya (ahai Haters, padahal grub ini biangnya Haters). Sekarang FPI menyanyikan lagu kebangsaan juga dicurigai. Serba salah deh....FPI. Makanya, jangan sok alim dan belagu...
Kalau begini, FPI mungkin masih bisa dibimbing jadi kelompok yang baik asal nasi bungkus dan duit 50 ribu jalan terus.
Lagipula mereka kan sudah belajar dari gurunya yang setelah bilang Pancasila letaknya ada di pantat terus bilang “Kita ini Pancasilais kok”.
Setelah ditunjukkan oleh polisi soal video youtube saat dia melecehkan lambang negara Rizieq langsung bilang “Yang di video itu bukan saya.” Lha, yang setelah teriak Jihad Konstitusional~tegakkan hukum negara malah pentolannya sendiri lari dari hukum dan sebagainya.
Pokoknya FPI itu sudah pintar bermanuver dan jago ngeles seperti gurunya. Langit bisa berubah jadi pink, pohon bisa berubah jadi warna biru. Pokoknya apapun bisa dilakukan yang penting order dari juragan lancar.
Jadi kalo sekarang FPI mau jadi garda terdepan penjaga NKRI dan mulai mau nyanyi lagu kebangsaan ya harusnya kita mulai seneng karena saudara-saudara kita sudah mau lagi kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Yang penting bang Toyib gak usah pulang biar FPI nya tetap bisa tobat, tetap waras dan jadi anak yang baik, smart, berbakti sama negara, ngak bawa pentungan, ngak amuk sana amuk sini.
Salam waras....
Di muat CNN Indonesia, ribuan anggota Front Pembela Islam (FPI) menyanyikan dua lagu yakni dari Sabang Sampai Merauke dan Hari Merdeka dalam acara Milad ke-19 di Stadion Kamal Muara, Jakarta Utara.
Kedua lagu itu dinyanyikan secara berurutan dipimpin salah seorang pemimpin organisasi itu.
Para anggota ormas itu bernyanyi kala pimpinan DPP FPI bergandengan tangan dengan perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di atas panggung.
Selain bernyanyi, anggota FPI juga mengibarkan bendera mereka dan merah putih dari tengah lapangan. Terik matahari tak menyurutkan semangat mereka bernyanyi dan mengangkat tinggi-tinggi bendera yang dibawa.
"Dari Sabang sampai Merauke... berjajar pulau-pulau," ucap anggota FPI dalam lagu Dari Sabang Sampai Merauke.
“17 Agustus tahun 45… itulah hari kemerdekaan kita,” ujar mereka dalam lagu Hari Merdeka.
Sebelum menyanyikan lagu, sejumlah tokoh pendeta memberikan kesaksian mereka terkait dengan FPI. Salah satunya adalah soal kerja sama FPI dengan umat non Islam lainnya.
Inilah style up, salah satu, mungkin manuver FPI ketika Perppu Ormas muncul. Tapi sebelum dan setelah ajang Pilkada DKI usai, dan Perppu belum keluar itu gayanya beeh ampiyunn...dan manuvernya saat menumbangkan Ahok widiiih sangat bangga banget dia didukung tetangga sebelah.
Namun menjelang Pilpres 2019 beruntung ada hadangan yakni Perppu. Tapi sama saja setali tiga dara, entah apa, tidak tahu manuver apa yang bakal di pentung FPI nanti!
Pentolan FPI Rizieq Shihab nya pun turut muncul via jarak langit bumi, memberikan ceramah melalui live streaming. Sejumlah tokoh hadir dalam acara itu yakni penyanyi dangdut senior Camelia Malik dan anak mantan Presiden Soeharto, yakni Tomy Soeharto. Lius Sungkarisma hadir juga.
Embo

No comments:
Post a Comment