![]() |
| Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis (kiri). Foto: Antara |
"Pejabat bertanggung jawab menyampaikan. Apalagi kedua kasus ini menjadi perhatian. Masyarakat kan juga ingin tahu. Agar ada keterbukaan," kata pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar kepada Metrotvnews.com saat dihubungi, Selasa 22 Agustus 2017.
Bambang meminta mantan kepala Divisi Propam Polri itu bisa menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat. "Seperti, langkah apa yang sedang dilakukan Polda Metro untuk mengusut kedua kasus itu," katanya.
Dalam beberapa kesempatan, Idham Azis selalu melempar persoalan kedua kasus itu kepada Kabid Humas Polda Metro Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.
"Sampaikan saja apa yang sedang dilakukan, kan ada batasan-batasannya juga. Dengan begitu masyarakat tahu Polri sedang mengerjakan apa," jelas Bambang.
Idham tak pernah membuka mulutnya soal kasus Novel Baswedan dan Rizieq Shihab sejak acara pisah sambut pelepasan Irjen M. Iriawan di Balai Pertemuan Polda Metro Jaya, 26 Juli.
Sikap sama dia perlihatkan saat bertamu ke kediaman Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin pada 31 Juli. Hal serupa juga terjadi saat acara penghargaan kepada anggota polisi yang berhasil menggagalkan penyelundupan sabu 1 ton dari Tiongkok.
Terakhir, dia tetap tak mau membuka suara saat dicecar pertanyaan terkait dua kasus itu di sela-sela pemusnahan narkoba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa 15 Agustus 2017.
Sumber Metrotvnews.com

No comments:
Post a Comment