![]() |
| Foto: Antara |
Ada suasana ketika para mantan Presiden RI sebelumnya hadir dalam Upacara Kemerdekaan RI yang ke-72 tahun. Megawati Soekarno Putri merupakan Presiden periode sebelumnya yang selalu hadir di acara kemerdekaan RI di istana merdeka pasca SBY, tapi ketika SBY masih menjabat, Megawati sebelumnya juga belum pernah hadir. Kali ini pertama kalinya SBY hadir setelah melepaskan jabatan sebagai Presiden.
![]() |
| Foto para mantan pemimpin RI di HUT RI ke 72 bersama Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Jokowi, istana Merdeka, Jakarta (17/8/17) |
Tidak hanya ibu Megawati, kemudian Bapak SBY, tetapi juga ada ibu Sinta Nuriyah Gusdur, bapak Tri Sutrisno (Mantan Wapres era Soeharto), ibu Umar Wirahadikusumah juga hadir yang pernah menjabat Wakil Presiden Republik Indonesia ke-4 dari tahun 1983-1988.
Suasana di tempat upacara hadir dengan baju adat masing-masing daerah di seluruh penjuru Indonesia.
Momen 17 Agustus kali ini bukanlah momen biasa-biasa saja jika melihat para tamu undangan yang memakai pakaian adat masing-masing daerah, walapun tidak identik baju asli kedaerahan, akan tetapi momen HUT RI ke- 72 kali ini menggambarkan suasana yang sangat berbeda dari biasanya.
Presiden Joko WIdodo sudah menegaskan bahwa, ini menggunakan baju daerah di Indonesia bahwa, Jokowi menegaskan ingin kembali menunjukkan kebhinekaan ini kembali masuk ke dalam ranah Tunggal Ika. Karena keberagaman ini memang beragam, tapi yang paling penting adalah tunggal ika-Nya, ujar Hendri Satrio, Akademisi Ilmu Politik Universitas Paramadina.
Dengan menggunakan baju-baju daerah, Jokowi menggarisbawahi bahwa jangan pernah ada permasalahan dengan keberagaman Indonesia alias mengingatkan kembali atas keberagaman di Indonesia yang tidak bisa di lihat secara kasat mata oleh kaum radikalisme, sehingga di wujudkanlah momen keberagaman ini dengan menggunakan baju daerah pada acara seremonis HUT RI 72 seperti ini. Akhirnya tampak bahwa keberagaman di Indoesia ini memang beragam dan luas sekali.
Jokowi jeli dalam hal ini, beliau memiliki keahlian dalam hal simbol-simbol seperti ini. Komunikasi simbol ini memang gaya khas nya Presiden Jokowi. Dan sekarang ini, Presiden Jokowi memang mampu menempatkan diri sebagai Presiden yang memiliki ciri khas sendiri sehingga masyarakat juga akan ingat akan jejak langkah (signature) kepemimpinan Indonesia, yang pertama kali mengenakan baju adat adalah Jokowi.
Hal ini tidak hanya diingat satu atau dua tahun ke depan, tapi karena rekam jejak ini pertama kali dilakukan oleh seorang pemimpin dalam mengakomodir keikutsertaan budaya pada HUT RI akan diingat masyarakat.
Jadi, ini merupakan hal yang menarik bagi Presiden Jokowi, mungkin karena beliau juga sudah mengecek, di protokoler bagaimana? Kalau memang di ijinkan, hal ini bagus juga dibudayakan untuk tahun-tahun selanjutnya. Karena, Presiden-presiden sebelumnya tidak mengenakan pakaian-pakaian daerah dan adat budaya, kemungkinan besar pemimpin sebelumnya tidak ingin ada pergunjingan di lain waktu, karena selain momentum baru kali ini adanya keberagaman dalam bhineka tunggal ika yang sempat terganggu.
Momen-momen lainnya yang patut di apresiasi ialah, mantan-mantan presiden dan beserta isterinya hadir di Istana. Hal ini menarik sekali dilakukan dalam kesempatan berharga di momen HUT RI kapan pun juga.
Inilah hal-hal yang patut dijadikan alat sebagai upaya mewarnai negara dengan kesadaran budaya Indonesia yang tinggi tanpa lagi memandang Indonesia ini dalam frame (kerangka) atau sudut pandang yang sempit.
(mk)





No comments:
Post a Comment