![]() |
| Wanita asal Maroko menghindari sorotan kamera media saat berada di kantor Imigrasi, Jakarta. Dalam keterangannya, pihak Imigrasi mengamankan sejumlah wanita yang diduga PSK asal Maroko di Bogor. |
Apalagi jika benar apa yang disampaikan pihak imigrasi dan kepolisian Bogor, bahwa ada ratusan wanita asing yang diduga mencari uang dengan melacurkan diri ke kalangan ekspatriat yang sengaja berwisata ke kawasan berhawa sejuk ini.
| Prostitusi Internasional Resahkan Warga Puncak/Foto: beritasatu |
Meereka menghilangkan jejak, dengan memanfaatkan salon atau kafe sebagai lokasi transaksi seks dengan bantuan seorang mami yang menjadi koordinator mereka.
“Selain wanita Maroko, ada juga dari Bahrain dan Mesir. Kalau dari negara China yang lebih dikenal dengan Cungkok, di Puncak nggak ada. Adanya Maghribi,” kata sumber ini yang meminta identitasnya dikaburkan.
Rasa nyaman wanita PSK Timur Tengah ini, karena masyarakat tidak menaruh curiga. Hal ini karena sudah beberapa tahun ini, kawasan puncak Bogor Jawa Barat, menjadi tempat penampungan ribuan pengungsi UNHCR.
Data yang didapat, masih sekitar 15 wanita asal Maroko yang beroperasi di kawasan Puncak. Terkait dengan ditangkapnya dua wanita asal Maroko oleh Polres Bogor yang berprofesi sebagai Magribi di Puncak, menurut sumber ini, sangat dihargai.
Namun langkah polisi dan imigrasi diakui sangat lambat. “Jangan salah, pemuda dan warga disini menaruh harapan atas sesuatu penghasilan uang dari keberadaan wanita ini. Ini sulit diberantas, karena antara PSK dengan sebagian warga disini saling membutuhkan,” paparnya.
![]() |
| Gambar Puncak Bogor, Sumber Pos Kota |
“Makanya selain di salon dan kafe, para wanita PSK asing juga mangkal di tempat penukaran uang asing yang berdiri berjejer disepanjang Kampung Sampay Cisarua. Lokasi ini memang tempatnya pria Arab,” katanya lagi dikutip dari Post Kota.
Kakanim Bogor, Bambang Catur Puspitowarno mengungkapkan, dirinya akan melakukan pembersihan secara total di Puncak, jika tim yang sedang bekerja, menemukan kebenaran dari pengaduan masyarakat yang masuk ke kantornya.
“Akan saya berantas tuntas. Lihat saja aksinya,”papar Bambang.
Masih banyak tempat-tempat yang disinyalir tempat prostitusi asing dari Ciawi hingga Puncak. Sudah sejak 10 tahun terakhir Puncak Bogor didatangi prostitusi asal Tim Teng. Kepala Kantor Imigrasi Bogor Herman Lukman sering melakukan razia-razia serupa beberapa tahun sejak 2014 dan warga Cisarua mendukung pihak imigrasi. [***]
mk/Regional/Sosial


No comments:
Post a Comment