![]() |
| Menag Lukman Hakim Saifuddin menyalurkan Kartu Indonesia Pintar pada ribuan siswa di DI Yogyakarta. (foto: Kemenag/pujiyanto) |
“Bukan sebaliknya, agama digunakan untuk saling merendahkan antarsesama kita. Bahkan saling meniadakan antarsesama kita yang hakikatnya adalah bersaudara sesama manusia. Ini yang menjadi agenda utama Kemenag agar setiap umat beragama memiliki kesadaran sehingga kerukunan antarumat beragama berjalan baik,” ujarnya kepada wartawan, Senin (18/12/2017).
Pada acara Gebyar Kerukunan 2017 di GOR UNY, di lansir koranbernas.id, Lukman Hakim Saifudin menyampaikan, dalam upaya menjaga kerukunan antarumat beragama, masing-masing umat harus betul-betul mampu menangkap esensi dan substansi dari ajaran agamanya.
Dengan begitu, umat beragama mampu mengaktualisasikan nilai-nilai agama dalam makna yang sesungguhnya yaitu agama yang memanusiakan manusia.
Pada kegiatan Gebyar Kerukunan 2017 yang diikuti lebih kurang 8.500 orang ASN (Aparatur Sipil Negara) maupun Pegawai Tidak Tetap (PTT) Kementerian Agama (Kemenag) RI kali ini, Menag secara simbolis menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk untuk siswa madrasah sekaligus meresmikan sepuluh gedung Kantor Urusan Agama (KUA) di DIY.
“Ini patut kita syukuri. Kita berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada semua umat beragama di DIY. Saya juga mengapresiasi Pemda DIY dan semua pihak yang membantu kelancaran program kami,” ungkapnya. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Gubernur DIY Paku Alam X.
Sumber: -
[mk]

No comments:
Post a Comment