Sebuah Bus Pengangkut penumpang berada di jalur khusus milik PT. Transportasi Jakarta Kembali berulah. Dimana sebuah Mobil orang penting sama sekali tak dihiraukan oleh Sang Sopir Transjakarta.
Mestinya Sang Sopir melirik kaca Spion on front ada sebuah mobil berplat B 1 UNO dikawal dengan sepeda motor pengawalan (Patwal) dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lagi berada dibelakangnya.
Adalah Wakil Gubernurnya sendiri malah tak diberikan jalan untuk mendahalui atau setidak-tidak menepi untuk memberi ruang melaju bagi sang Wakil Gubernur demi tugas negara atau setelah melaksanakan tugas.
Inilah sikap Kuwalat jaman Now terhadap pemimpin itu sendiri. Saya Protes jika Wagaberner saya dikerjain, diperlakukan tidak semena-mena seperti itu!
Satuan Patroli dan Pengawalan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memang menjelaskan bahwa keputusan masuk busway atau menerobos lampu merah, sifatnya situasional dan bisa dilakukan berdasarkan diskresi kepolisian di lapangan.
Sementara Wakil Gubernur adalah seorang pemimpin dan harus dihormati oleh siapapun itu baik pengguna jalan maupun Presiden sekalipun, baik itu jalur resmi umum ataupun jalur khusus milik pribadi; pekarangan rumah dan lainnya wajib untuk membantu kelancaran arus penumpang...Ups, salah, maksudnya wajib mendahului yang berkepentingan, Gubernur/Wakil Gubernur. Urusan penumpang adalah itu urusan belakang.
Karena masalah tugas adalah keniscayaan untuk kepentingan publik, maka wajib bagi pengguna Bus Way terutama Transjakarta ketika ada mobil milik Wakil Gubernur ingin melewati jalur Busway semestinya setiap Petugas Transjakarta yang menjaga jalur itu membukakan palang dan membiarkan rombongan mobil itu masuk menerobos, tidak masalah.
Tapi, anehnya kan jalanan sepi atau tidak terlalu urgen, apapun gayanya semua menghargai BusWay, walaupun upaya sterilisasi busway yang digalakkan pada Juni 2016 lalu oleh Pemprov DKI Jakarta (era Ahok-Djarot) dan Kepolisian menyatakan busway tidak boleh dilintasi oleh kendaraan selain bus Transjakarta, ambulans, pemadam kebakaran, dan kendaraan pejabat berpelat RI. Maka dari itu masyarakat gak ikut-ikutan salib-menyalib gerbong.
Namun, lagi-lagi Ahok-Djarot jarang terlihat menerobos jalur, sesibuk apapun...Guys!!! Beda Wagaberner saya yang baru buat DKI ku, so beliau terlalu banyak urusan, bisnis, partai (ketemu/konsolidasi aksi), ketemu Warga di Hotel dll, sibuk deh, beliau wajar serobot Jalur biar cepeten...
APA TULISAN DI ATAS TERLALU SERIUS KALI YA!?..LUPA Sampai menyalahkan Busway...KASIAN..hhhhhhhh. Wagaberner itu adalah Tulahdan TERbaik Buat IBU KOTA Dan WARGA SEJAHTERANYA Yang Maju, SERTA MENJADI CONTOH TERBAIK BUAT DUNIA😋
INI LEBIH SEWOT DAN CEPLOS MELEBIHI MAK LAMBE TURAH, KATA KITA©COPAS....
OH My GOD WAGABERNER ZAMAN NOW!!! Jika benar ini Plat terunik maka terlalu lelah tuk berfikir tentang Koplaknya Supir Transportasi. Kalaupun salah, cukup Ditlantas yang memberikan komentar...gw mah apa atuh. Copas
[embo]
Mestinya Sang Sopir melirik kaca Spion on front ada sebuah mobil berplat B 1 UNO dikawal dengan sepeda motor pengawalan (Patwal) dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lagi berada dibelakangnya.
Adalah Wakil Gubernurnya sendiri malah tak diberikan jalan untuk mendahalui atau setidak-tidak menepi untuk memberi ruang melaju bagi sang Wakil Gubernur demi tugas negara atau setelah melaksanakan tugas.
Inilah sikap Kuwalat jaman Now terhadap pemimpin itu sendiri. Saya Protes jika Wagaberner saya dikerjain, diperlakukan tidak semena-mena seperti itu!
Satuan Patroli dan Pengawalan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memang menjelaskan bahwa keputusan masuk busway atau menerobos lampu merah, sifatnya situasional dan bisa dilakukan berdasarkan diskresi kepolisian di lapangan.
Sementara Wakil Gubernur adalah seorang pemimpin dan harus dihormati oleh siapapun itu baik pengguna jalan maupun Presiden sekalipun, baik itu jalur resmi umum ataupun jalur khusus milik pribadi; pekarangan rumah dan lainnya wajib untuk membantu kelancaran arus penumpang...Ups, salah, maksudnya wajib mendahului yang berkepentingan, Gubernur/Wakil Gubernur. Urusan penumpang adalah itu urusan belakang.
Karena masalah tugas adalah keniscayaan untuk kepentingan publik, maka wajib bagi pengguna Bus Way terutama Transjakarta ketika ada mobil milik Wakil Gubernur ingin melewati jalur Busway semestinya setiap Petugas Transjakarta yang menjaga jalur itu membukakan palang dan membiarkan rombongan mobil itu masuk menerobos, tidak masalah.
Tapi, anehnya kan jalanan sepi atau tidak terlalu urgen, apapun gayanya semua menghargai BusWay, walaupun upaya sterilisasi busway yang digalakkan pada Juni 2016 lalu oleh Pemprov DKI Jakarta (era Ahok-Djarot) dan Kepolisian menyatakan busway tidak boleh dilintasi oleh kendaraan selain bus Transjakarta, ambulans, pemadam kebakaran, dan kendaraan pejabat berpelat RI. Maka dari itu masyarakat gak ikut-ikutan salib-menyalib gerbong.
Namun, lagi-lagi Ahok-Djarot jarang terlihat menerobos jalur, sesibuk apapun...Guys!!! Beda Wagaberner saya yang baru buat DKI ku, so beliau terlalu banyak urusan, bisnis, partai (ketemu/konsolidasi aksi), ketemu Warga di Hotel dll, sibuk deh, beliau wajar serobot Jalur biar cepeten...
APA TULISAN DI ATAS TERLALU SERIUS KALI YA!?..LUPA Sampai menyalahkan Busway...KASIAN..hhhhhhhh. Wagaberner itu adalah Tulahdan TERbaik Buat IBU KOTA Dan WARGA SEJAHTERANYA Yang Maju, SERTA MENJADI CONTOH TERBAIK BUAT DUNIA😋
INI LEBIH SEWOT DAN CEPLOS MELEBIHI MAK LAMBE TURAH, KATA KITA©COPAS....
[embo]

No comments:
Post a Comment