Percaya ngak Gan, kalah debat itu dunia Sandiwara? Cie..cie,,Abu Janda, Ahmad Dhani, Felix Shaw - Indowordnews

Breaking

06 December 2017

Percaya ngak Gan, kalah debat itu dunia Sandiwara? Cie..cie,,Abu Janda, Ahmad Dhani, Felix Shaw

Dilaman Fan Page Facebook Ustad Abu Janda al-Boliwudi tertuliskan caption postingannya "Biarin dibilang kalah debat sama koh felix yang penting koh felix sama mas dhani insyaf selfian sambil ngacungin jari lagi SKOR 1 - 1 😁✌️..* siap2 diamuk pasukan cyber ideologi terlarang..."

Persuasi psikologis bakal dimulai kerap dengan membangun profil tentang diri menggunakan informasi yang tersedia secara online, seperti tweet-mu, Facebook like, atau foto Instagram. Penelitian sebelumnya menunjukkan karakteristik psikologi seseorang bisa diprediksi dengan akurat menggunakan jejak langkah digital mereka.

Dua pentolan berbasis ormas besar NU, Ahmad Dhani, dan Permadi Arya dalam tayangan talkshow Indonesia Lawyers Club (ILC) pada Selasa (5/12/2017) di TV One dengan bertajuk '212: Perlukah Reuni?' berlangsung sengit.

Hadir pengamat politik Rocky Gerung, anggota DPR RI Komarudin Watubun, penggiat media sosial Denny Siregar, Ketua Pengurus Besar NU Marsyudi Suhud, Koordinator Jaringan Islam Anti Diskriminasi/JIAD Aan Anshori, cendikiawan Muslim Asyumardi Azra, serta via video conference pakar hukum tata negara Mahfud MD. 

Baik Felix maupun Abu Janda sama-sama penggiat media sosial dengan memiliki followers yang banyak. Saat Pilkada DKI Jakarta Abu Janda termasuk buzzeer yang diperhitungkan. Awalnya Abu Janda hanya berusaha membela Ahok dari serangan berbagai pihak terkait tuduhan penistaan agama.
Namun lama kelamaan Abu janda menjadi pendukung Ahok. Hal itu tergambar dari berbagai postingannya.

Ahmad Dhani terkenal Sarkas ketika ditemui dalam berbagai postingannya baik twitter maupun facebook yang kerap menyuarakan anti Jokower dan Ahoker, bahkan diseuah aksi 212, Ahmad Dhani viral karena orasinya yang bla...bla...mengatakan pemerintahan sekarang dan Jokowi termasuk subjek yang jadi sasaran sarkastiknya. Dan sangat mengidolakan Habib Rizieq Shihab.

Bagi Felix Shaw sendiri, sulit mengatakan jika ia sebagai pentolan HTI tidak juga larut serta merta dalam nuansa politik berbalut agama saat genderang pemilihan Gubernur DKI beberapa waktu lalu ia merupakan sosok yang hampir pasti tak pernah terlewatkan.

Jika ada kebencian-kebencian tercetus dalam serangkaian ujaran-ujaran di medsos, dan aksi pro kontra dua kubu yang terbentuk pada momen Pilkada DKI, itu merupakan konsekuensi arus massa dengan teknik SEO. 

Namun tahukah Anda, bahwa akses media online pun tak luput dari penggunaannya demi sebuah rating, maka suasana kubu-kubuan sangat enak disantap jadi lahan sandiwara atas sebuah cyber army,,hehe..Mereka terbalut dalam koneksi tayang sebagai bias penargetan iklan dan sasaran empuk lahan bisnis facebook Ads lewat sebaran laman fun pages dan sebagainya. 

Termasuk media abal-abal seperti PostMetro, PKSPuyengan dan bla..bla... itu dibayar Google Adsense (penargetan iklan) di setiap isi berita yang dimuatnya, merupakan target earning (penghasilan) juga bagi publishernya!!! Laman FB lebih asyik lagi jadi lahan bisnis, di mana Jonru juga bisa panen untuk biaya hidupnya dipenjara selama Fan Page FB nya laris manis sebagai kubu anti Jokowi, materi muatannya melulu itu karena pilihan postingan agar meraup nilai, bukan kejeniusan dalam pembenaran, namun jenis bagi EARNING. 

Bukan niatan lurus sesuai target pembenaran untuk argumentasi dalam narasi postingannya, disamping itu ada alasan pundi keuangan yang merayap di arus media sosialnya....Jangan terpancing isu kubu Haters yang mengatakan "kita tak perlu melike dan membaca berita kubu Ahokers, Jokowers sebab rating medianya bisa tinggi", itu busyeett semua!!! Sebenarnya mereka ini ingin memonopoli rating agar 7,5 juta umat dan pro oposisi me-like beritanya dan mengabaikan rating lainnya, mereka menjegal periuk manusia lainnya, itulah mereka yang iri terhadap rezeki hamba Tuhan yang berbeda bidang...

Jadi, motivasi dari pelbagai postingan facebook itu SANDIWARA! (He-he-he- ketawa geli, benar atau tidaknya tanyakan kepada foto-foto di atas) sekilas kita memang berwacana ada pihak yang kerap gagal focus dan gagal paham (anggapan) itu benar adanya dan itu pencerahan buat semua. Akan tetapi hasilnya benar yang dikatakan Abu Janda, semuanya kembali kepada skor 1-1, di mana sebelum tayang, mereka ini sudah saling sapa dan rangkul, dan saling kritik via media adalah belum tentu saling benci diruang publik dan, siapapun ketika ingin melegendakan selfie dirinya, apalagi jika ketemu Ahmad Dhani maka peluang emas memang tak luput dilewatkan, PENTOLAN DEWA' 19 Gitu Lho...Itulah besitan buah sandiwara dari berbagai laman FB dan medsos lainnya sebagai sarana eksis diri, adalah wujud sandiwara berbuah Uang!

Jadi jangan juga kita terlalu menanggapi Felix dengan jargon Khilafahnya (karena sudah dilarang UU dan Mahfud sudah menegurnya) jika ia muncul lewat online, abaikan!!! anggap saja angin lalu, itu semua sandiwara, Felix Shaw juga tidak serius berbicara, yang terpenting laman facebooknya dilike sekian ribu followers dilini massa, begitu sebaliknya dengan Abu Janda, (he..2x)..dan Ahmad Dhani, kalau dia posting sarkastik dan nyanyi jangan didengarkan, apalagi Abu Janda...Pokoknya semua sandiwara belaka,,,wkwkwkwk, kita berebut lahan media online Yuuukk....

Mari kita mengaku kalah bareng-bareng agar skor rating sama-sama dapat bayaran Amplop (istilah Denny Siregar) dari ILC-TVOne buat biaya ngopi diselasar senayan bersama Fadli Zon dan Fahry Hamzah.....

KITA AKAN MENJADI NU, DAN REPUBLIK KECEBONG PADA AKHIRNYA..


[firgha]

No comments:

Post a Comment