Solidaritas Ala Muallaf; Solidaritas meluruskan dalil Felix - Indowordnews

Breaking

17 December 2017

Solidaritas Ala Muallaf; Solidaritas meluruskan dalil Felix

Bacalah seutuhnya, karena membaca dan mengaku tidak tahu sudah tergolong setengahnya ILMU.... setengah ilmu tentu baik, bukan tahu menahu dan dijawab dengan kertas jawaban, mendingan jika tidak katakan 'no comment'...
Solidaritas Ala Muallaf; Solidaritas meluruskan dalil
Siapa yang tak menghargai seorang Mualaf, jika dia Muallaf maka tentulah hati merasa suka karena mengerti bahwa dia itu M (go to change). Hanya saja tidak mesti sontak kaget saat dia M dari sumbernya dia menjadi M kita semuanya muslim nusantara juga merupakan Mualaf Klasik. Di mana nusantara ini adalah hasil tenunan yang dirajut bermula jaman atmospher Gajah Mada. 

Hadir kerajaan majapahit and then sriwijaya and then silendra, mulawarman, amangkurat atau kisah-kisah sultaniyah di nusantara ini hingga sedikit ulasan perjalanan marc the pollo sampai adanya Jendral ChengHo di nusantara.

Artinya ada kisah tenun merajut saat-saat itu nusantara asli di awali oleh agama kahuringan, nenek moyang dan pengaruh hindu-budha...

Islam masuk via sumatra di pasai tapi yang membawa adalah saudagar India berasal dari gujarat berbarengan sesama Latin State, Spain dan Portugal 'de da silva' mencari rempah, timun, cabe, kopra, sagu, kunyit serai, sahang nya dibumi nusantara itu, lalu muncul Belanda (Holland)... 

Jadi semua KTP yang lahir sejak muslim tentunya mualaf juga, sama halnya yang masuk kristen dari jalur misi penjelajahan Portugal atau Belanda maka muallaf versi christian tentunya.

Betulkan kata saya? Kita adalah mualaf pada versi-nya masing-masing.

Nah, kembali ke topik inti, di mana sedikit marilah terpana melihat adegan aksi solider pada masalah Philistina vs Israeli saat ini, tujuannya bukan tanggung-tanggung bela aksi, namun di dalam nya tentu ada niatan khusus bela agama. Ups, sebentar, jika bela agama, kan sudah dilakukan ketika era Ahok, so begini masalahnya, urusan Israel-Philistina itu adalah urusan tanah air bela tumpah darah, bukanlah perihal agama. 

Itu dampaknya tetap sampai kiamat adalah masalah tanah. Artinya jika ada gerakan bela Philistina pastinya bela tanah air, atau adalah bela rasa nasionalisme kepada suatu tanah negeri. 

Nah, muallaf satu ini (saya pun muallaf, sebenarnya Felix ini 2002 masuk islam pastinya melalui basis HTI hingga melatarbelakangi pemikirannya. Saya pribadi sekitar 1996,---belajar sendiri) pernah menyertakan kutipannya yaitu : "Membela nasionalisme tidak ada dalilnya"

Duh, di sini akhirnya saya bisa jidat ketepuk...! Berikut postingan melalui twitter:
Lha jikalau tiada dalil, kenapa HTI dan ormas yang belum tentu mengerti sejarah bahwa Philistina dan Israel identik sebagai saudara yang sedang berebut dalam konflik dan perkara tanah asal. Lalu kita membela Philistina berarti membawa rasa nasionalisme tuk membela tanah air.

Dari argumen itulah, terkadang gerakan seperti itu akhirnya memiliki standar ganda, tidak terarah tujuan, kemana muaranya. Jadi Felix Shauw boleh dikatakan sedang split personality (pikiran terpecah). 
Foto twitter @felixsiauw: "Mereka terlihat seolah berani, sebab Muslim belum bersatu padu"#AksiBelaPalestina
Untuk itu, hati-hati Lix! Kalau pun bela negara apakah tidak salah kalau aksi bela Philistina itu sudah menjadi tegak lurus dalil itu sendiri? Bagaimana dengan kegiatan HTI, biasanya doyan demonstrasi bela negara ini, negara itu yang dianggapnya sedang tertindas, kemudian boikot itu, boikot ini...


Jadi Piye? Mikir bareng...


[embo]


Sumber: 

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1812504898790696&set=a.507133995994466.108408.100000936112932&type=3&theater


No comments:

Post a Comment