Wanita Saudi juga akan diizinkan mengendarai sepeda motor - Indowordnews

Breaking

17 December 2017

Wanita Saudi juga akan diizinkan mengendarai sepeda motor

Arab Saudi akan mengizinkan wanita mengemudi/scmp.com
Kalangan wanita Arab Saudi akhirnya dapat segera mengendarai truk dan sepeda motor, kata beberapa pejabat sejak tiga bulan lalu kerajaan Saudi mengumumkan keputusan bersejarah untuk mengakhiri larangan mengemudi bagi kaum perempuan.

Pada September lalu, Raja Salman mengeluarkan sebuah keputusan yang mengatakan bahwa perempuan akan dapat mengendarai dari bulan Juni mendatang sebagai bagian dari dorongan reformasi yang ambisius bagi sang kerajaan konservatif.

Direktorat Jenderal Lalu Lintas Saudi memberikan uraian peraturan baru yang seiring mencabut larangannya di Kantor Berita resmi kerajaan Saudi pada hari Jumat (16/12/17), dilansir dari dawn.

"Ya, kami akan mengizinkan kepada perempuan untuk mengendarai sepeda motor" dan juga truk, katanya. Ia menambahkan bahwa kebijakan kerajaan tersebut menetapkan dalam undang-undang mengemudi tidak membedakan antara pria dan wanita.

Tidak akan ada nomor plat khusus untuk kendaraan bagi wanita, katanya. Tapi wanita yang terlibat dalam kecelakaan lalu lintas atau yang melakukan pelanggaran lalu lintas akan ditangani oleh spesial center yang juga didirikan dan dikelola oleh kaum perempuan.

Arab Saudi adalah satu-satunya negara di dunia yang memberlakukan larangan mengemudi perempuan dan perawatannya yang terkenal di seluruh dunia sebagai simbol pengekangan di kawasan Teluk.
Wanita saudi berjilbab mengendarai sepeda motor saat tur./gettyimages.com
Keputusan bersejarah untuk mengizinkan perempuan mengemudi yang diberlakukan pada bulan Juni tahun 2018 mendatang di lingkungan kerajaan dan di luar negeri - karena diizinkan setelah beberapa dekade terkekang dari aktivitas mengemudi bagi perempuan, bahkan di antaranya banyak dipenjara karena mencemooh larangan tersebut.

Arab Saudi, adalah negara di dunia yang sebelumnya membatasi beberapa hal secara ketat terhadap wanita. Di bawah sistem perwalian negara, anggota keluarga laki-laki - biasanya ayah, suami atau saudara laki-laki - harus memberikan izin untuk studi bagi wanita, tour dan kegiatan lainnya.


[embo]


No comments:

Post a Comment