![]() |
| Kehidupan warga di Asmat. Foto: MI/Marcel Kelen |
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, dilansir dari metrotvnews.com, Oscar Primadi mengatakan, pengiriman 142,2 kg obat dilakukan bersamaan dengan keberangkatan 39 tenaga kesehatan untuk memenuhi pelayanan dan kebutuhan obat bagi penderita gizi buruk dan campak.
"Obat dikirim melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, menuju Agats, Kabupaten Asmat, pada Selasa 16 Januari. Kemudian didistribusikan ke Distrik Sawa Erma, Kolof Brasa, dan Pulau Tiga kemarin menggunakan speedboat," kata Oscar dikutip dari Media Indonesia, Jumat, 19 Januari 2018.
Obat-obatan tersebut di antaranya berupa amoksisilin, salep antibakteri, parasetamol, infusion, dan vitamin. "Persediaan obat diharapkan dapat mengatasi KLB gizi buruk dan campak di Asmat," ujarnya.
![]() |
| Obat-obatan dari Kemenkes RI yang dikirim ke Asmat Foto: tribunnews |
Oscar menjelaskan, jumlah dan jenis obat yang dikirimkan ke Asmat sesuai dengan permintaan dalam upaya mengendalikan KLB gizi buruk dan campak.
Kondisi gografis dan faktor ekonomi diharapkan tidak menjadi kendala signifikan dalam upaya pengendalian masalah kesehatan di wilayah itu.
[edm./indoWN].


No comments:
Post a Comment