![]() |
| KH Alawi bersama Kang Anton Charliyan menjenguk Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah KH Umar Basri ke RS Al-Islam, Bandung, Senin (29/1/2017). |
Namun, hingga saat ini, mantan Kapolres Bekasi itu belum mau mengungkap identitas tersangka. "Sudah, namanya saya belum konfirm yah, tapi sudah dapat orangnya," ungkap Umar dilansir dari JawaPos.com, Minggu malam (28/1).
Umur menuturkan, bahwa tersangka juga telah mengaku melakukan pemukulan kepada pimpinan pesantren Al Hidayah. Fakta itu juga didukung dengan adanya luka memar di tangan tersangka.
"Kita juga sedang visum tangan yang bekas mukul, karena dia ngaku habis mukulin orang," lanjut Umar.
Namun, fakta mengejutkan terungkap. Dia menyebut bahwa tersangka diduga mengalami gangguan jiwa. Sebab, ketika diajak berdialog tersangka selalu memberi jawaban ngawur.
"Kemungkinan orang gila stress. Ditanya gak nyambung, senyum-senyum sendiri," imbuh Umar.
Dugaan ini juga didukung dari keterangan saksi yang berada di lokasi kejadian. Saksi melihat tersangka menunjukan gelagat aneh sesaat sebelum melakukan pemukulan. Tingkah tak lazim ini seperti salat subuh 3 rakaat dari seharusnya 2 rakaat.
Kemudian setelah melakukan penganiayaan tersangka tidak langsung kabur, malahan terlihat mondar-mandir di sekitar TKP.
Untuk membuktikan kebenaran dugaan tersebut, saat ini tersangka telah dibawa aparat ke Rumah Sakit Polri Sartika Asih Bandung guna dilakukan observasi oleh psikolog.
![]() |
| Lokasi penganiayaan KH Umar Basri di Bandung (Jabar Ekspres/Jawa Pos Group) |
Sebelumnya, pada Sabtu (27/1) KH Umar Basri menjadi korban penganiayaan oknum tidak dikenal, sekira pukul 05.30 WIB. Tragedi penganiayaan naas terhadap KH Umar Basri terjadi ketika pimpinan Pondok Al Hidayah itu sedang melakukan dzikir pasca shalat Subuh di masjid komplek pesantrennya di Masjid Al-Hidayah Kamyang Santiong RT.03 RW 03, Desa Cicalengka Kulon, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Sabtu (27/1).
Akibat insiden tersebut, KH Umar menderita luka lebam di bagian muka cukup parah sehingga mengharuskan dirinya terbaring di RS Islam Bandung.
Penganiayaan KH Umar Basri, Warga NU Diminta Tetap dan Waspada
Menurut KH. Alawi Albantani, penganiayaan tersebut merupakan sebuah nasihat, pukulan,dan sekaligus penghinaan terhadap NU Jabar.
“Saya harapkan warga nahdliyyin (NU) tetap tenang, waspada dan terus menjalin koordinasi dengan pihak kepolisian,” kata Alawi Albantani bersama Kang Anton Charliyan menjenguk Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah KH Umar Basri ke RS Al-Islam, Bandung, Senin (29/1/2017).
Ia mengatakan, selaku Ketua Divisi Ulama dan Ponpes Se-Jabar untuk pemenangan paslon Hasanah, merasa yakin bahwa pelaku bukan orang gila tetapi orang yang cukup “terlatih”.
Menurutnya, hal itu terbukti dengan adanya “pendamping” yang memantau situasi dan memetakan kondisi di luar dan dalam masjid.
Ia meminta, kepolisian tidak menutupi identitas dan dari komunitas mana pelaku berasal.
Dilansir dari pojoksatu.id, ia pun menegaskan kunjungannya menjenguk KH Umar Basri yang dirawat di RS Al Islam, Bandung, bukan hal politis.
“Perlu dicatat, dan jangan dilarikan ke hal-hal politis, kunjungan saya bersama Kang Anton Charliyan ke RS Al-Islam murni sebagai penghormatan terhadap ulama NU yang wajib dimuliakan, jadi bukan kunjungan politis sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian paslon,” ungkapnya.
Menurutnya, peristiwa tersebut akan semakin memperlihatkan kedudukan para kyai NU dalam berpolitik sangat berpengaruh dalam sebuah pemenangan. Sementara TNI dan POLRI selalu menjadi harapan dalam pengamanan dan keamanan bersama.
[miki.m]


No comments:
Post a Comment