Raja Salman menegaskan Saudi kembali mendukung Kemerdekaan Negara Palestina - Indowordnews

Breaking

10 January 2018

Raja Salman menegaskan Saudi kembali mendukung Kemerdekaan Negara Palestina

Selama percakapan telepon dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz menegaskan kembali menegaskan dukungan pihak Kerajaan untuk sebuah negara Palestina merdeka, dilansir dari Arab News Rabu, 10 Januari 2018.

Dalam pembicaraannya dengan kepala negara Palestina, Raja Salman menekankan dukungan Arab Saudi untuk hak-hak rakyat Palestina dan keinginan mereka untuk menjadikan Yerusalem sebagai ibukota Palestina, Arab News  mengutip Laporan Badan Pers Saudi yang dikelola kerajaan.

Presiden Abbas mengucapkan terima kasih kepada raja tersebut dan mengucapkan terima kasih atas dukungan bersejarah Arab Saudi untuk rakyat Palestina, Al Arabiya menambahkan.

Tahun lalu, Kerajaan tersebut telah meminta pengakuan Presiden AS Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibukota Israel sebagai langkah yang "tidak bertanggung jawab dan tidak dapat dibenarkan". Keputusan Trump mengakhiri tujuh dekade ambiguitas AS mengenai status kota yang disengketakan tersebut dan memicu reaksi diplomatik yang hampir bulat di seluruh dunia.

"Warga Palestina memiliki hak untuk Yerusalem Timur sebagai ibukota mereka," Raja Salman mengatakan pada 14 Desember dalam sebuah pidato tahunan di mana dia menggariskan prioritas pemerintah Saudi untuk tahun 2018.

"Kerajaan Saudi telah menyerukan solusi politik untuk menyelesaikan krisis regional, yang terpenting adalah masalah Palestina dan pemulihan hak-hak sah rakyat Palestina, termasuk hak untuk mendirikan negara merdeka mereka dengan Yerusalem timur sebagai ibukotanya," tambahnya.

Namun, raja dan putranya, Putra Mahkota Muhammad bin Salman - keduanya tetap berhubungan dekat dengan Trump di Timur Tengah ─ dari pertemuan puncak darurat Organisasi Kerjasama Islam, yang diadakan oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan , telah mengajukan pertanyaannya.
Presiden Palestina mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada Raja untuk dukungan bersejarah Arab Saudi. (SPA)
Pertemuan puncak, yang juga diadakan pada tanggal 14 Desember, telah merumuskan tanggapan terhadap pengakuan Trump terhadap Yerusalem sebagai ibukota Israel.

"Beberapa negara di wilayah kami bekerja sama dengan Amerika Serikat dan rezim Zionis dan menentukan nasib Palestina," kata Presiden Iran Hassan Rouhani saat KTT tersebut.

Awal bulan ini, menteri luar negeri Saudi telah menghadiri sebuah sesi Liga Arab di Amman bersama rekan-rekannya dari Mesir, Maroko dan Otoritas Palestina.

Menteri luar negeri Uni Emirat Arab untuk urusan luar negeri juga menghadiri perundingan tersebut, di mana Liga memutuskan untuk mencari pengakuan internasional atas negara Palestina tersebut dengan Yerusalem timur sebagai ibukotanya.

Sumber: Dawn


[malik/iwn]


No comments:

Post a Comment