![]() |
| Media Jepang dan Foto Jokowi/Instagram_fadjroelrachman |
Pemimpin negara memang selalu penuh pro dan kontra. Segala keputusan, wibawa dan pertanggungjawabannya selalu ditunggu rakyat sekaligus dikritisi atau dipuji. Pemimpin negara selalu tidak lepas akan kedua sisi itu.
Dalam karier politiknya Presiden Jokowi pun mendapati dua sisi uang yang sama, pada banyak kebijakan dan keputusannya ada banyak orang yang memuji dan mendukung kebijakannya namun tak kalah juga orang-orang yang mengkritik dan tidak setuju pada apa yang presiden berlakukan.
Namun dimata dunia internasional, beliau selalu mendapat tempatnya dalam sorotan sebagai orang yang dapat dianggap berpengaruh.
Kini, sebuah media Jepang telah mengulas tentang Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tak tanggung-tanggung, media Jepang tersebut mengekspos Jokowi dengan ulasan 2 lembar penuh.
Hal tersebut diketahui dari unggahan Komisaris Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Fadjoel Rachman, di akun media sosial Instagram-nya, @fadjroelrachman, pada Selasa (22/1/2018).
Fajdroel menyebut, isi dari pemberitaan itu mengenai sosok Jokowi yang membuat politisi Jepang harus banyak belajar darinya.
“Your president was in Japanese newspaper (2 full pages!) I am surprised to learn he was a carpenter. He looks like a very friendly person and popular. The Japanese newspaper concluded that Japanese politicians should learn from the Indonesian president. #JokowiMembangunIndonesia”
(Presidenmu berada di koran Jepang (2 halaman penuh!) Saya terkejut saat mengetahui bahwa dia adalah seorang tukang kayu. Dia tampak seperti orang yang sangat ramah dan populer. Surat kabar Jepang menyimpulkan bahwa politisi Jepang harus belajar dari presiden Indonesia).
Diketahui, Kinerja Pemerintahan Jokowi telah menginjak tahun ke-3. Sejumlah kebijakannya menjadi sorotan media internasional. Namun, dua kebijakan, yakni kebijakan politik keamanan dan ekonomi, yang mendominasi pemberitaan media asing tentang Jokowi selama ini.
Survei yang dilakukan Indonesia Indicator (I2) mencatat, sepanjang 7 Oktober 2016 hingga 1 Oktober 2017, total pemberitaan tentang pemerintahan Jokowi di 286 media asing mencapai 5.323 berita.
“Apabila isu ekonomi relatif lebih banyak mendapatkan sorotan dalam sisi netral dan positif. Isu politik keamanan ada beberapa hal yang masih memperoleh framing negatif,” ujar Direktur Komunikasi I2, Rustika Herlambang dalam rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (18/10/2017).
Menurut Rustika, kebijakan ekonomi Jokowi merupakan sisi yang mendapat sorotan tanpa putus sepanjang setahun terakhir. Persepsi media asing terhadap aspek ekonomi yang terkait dengan Jokowi, relatif lebih baik dan netral.
“Sektor ekonomi dan perdagangan merupakan isu yang memperoleh ekspos terbanyak dengan sentimen positif dan netral alias rapor biru,” tuturnya.
Total pemberitaan media asing mengenai kebijakan ekonomi pemerintahan Jokowi mencapai 2.180 berita atau sekitar 41 persen dari seluruh isu yang ada.
Sejumlah isu soal ekonomi yang dinilai positif media internasional ini antara lain kebijakan pemerintah di sektor perdagangan, diplomasi ekonomi, serta perbaikan iklim investasi.
Fokus pemberitaannya antara lain mengenai sisi pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi rendah di Indonesia, tax amnesty, naiknya rating Standard & Poor untuk Indonesia, diplomasi ekonomi, hingga peran Indonesia dalam ‘jalur sutera’ modern.
Sektor pariwisata di Indonesia juga memperoleh rapor positif.
“Bali, NTB, dan Yogyakarta menjadi lokasi terbanyak yang disebut media asing,” kata Rustika.
“Di sisi lain, Indonesia juga mendapat apresiasi positif dari media asing dalam peran dan diplomasi internasional, seperti dalam kasus komunitas Rohingya di Myanmar,” imbuhnya.
Sementara itu, berdasarkan judul pemberitaan di media asing, masalah politik dan keamanan merupakan salah satu sisi yang masih diberi rapor merah (framing) oleh media internasional.
Sumber: Jurnal Politik
[mik/iwn]

No comments:
Post a Comment