Miris bercampur gundah untuk membereskan beragam alibi para radikalisme agama tuk membenarkan amalannya benar dan mengtakfiri yang lain. Inilah dampak radikalis yang mulai muncul dan mencengkeram wajah agamis kepalsuan dinegeri ini.
Lewat sebuah share postingan facebook saudara seiman dan semasjid saya, yang membagikan tragedi terbaru kasus penganiayaan terhadap pengasuh pondok pesantren. Begini tanggapan dari saudara saya ini "Sedari dulu saya ndak terlalu merisaukan sepak terjang para pengikut ibnu muljam,
Semenjak di masjid kedatangan seseorang yang katanya hafidz qur'an, namun membid'ah"kan yasinan dan tahlilan
Maka"..... Ku nyatakan perangggg..."
Tolak wahabi dari bumi pertiwi...
Di bawah ini postingan asli facebook yang mengabarkan dianiayanya seorang Ulama Pengasuh Pondok Pesantren di Cicalengka, Bandung, KH. Umar Basri:
"Empat Belas abad yang lalu ada seorang Hafidz Qur'an bernama Abdurrahman bin Muljam dengan keyakinan dirinya bahwa Sayyidina Ali Karamallohu Wajhah telah melanggar syariat lalu Abdurrahman bin Muljam membunuh Sayyidina Ali seolah-olah dia lebih 'Alim dari Sepupu sekaligus menantu dari manusia teragung Sayyidina Muhammad Shallallahu' Alaihi Wasallam.
Lima tahun yang lalu di Suriah Seorang Ulama Nan 'Alim Syaikh Muhammad Said Ramadhan Al Buthi wafat ketika beliau mengajarkan ilmunya di sebuah Masjid, berondongan peluru membanjiri seisi masjid, tidak lain dan tidak bukan mereka yang dalam Takbirnya digunakan untuk membeli darah orang lain.
2 tahun yang lalu di Sinai, Mesir, Syaikh Sulaiman dibunuh oleh kelompok generasi turunan dari Abdurrahman bin Muljam dengan cara dipenggal kepalanya juga oleh mereka yang katanya demi menegakkan syariat.
Hari ini kita melihat seorang Ulama Pengasuh Pondok Pesantren di Cicalengka, Bandung, KH. Umar Basri, dianiaya hingga babak belur hanya karena menganggap bahwa amalan yang dilakukan Kiai ini adalah amalan Ahli Neraka.
Sampai kapan para Generasi Abdurrahman bin Muljam muncul di era modern ini?
Sampai orang habis kuota untuk menonton dan menyaksikan provokasi kebencian dari kaum radikal yang terus terusan menggerogoti orang awam di jagad maya.
Ya Rabb... Lindungilah kami dari kejahatan sosial media yang menghalalkan darah dan daging sesama manusia... Aamiiiin..."
Sumber:
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2112610162097450&id=100000454609427
Miki M.
Lewat sebuah share postingan facebook saudara seiman dan semasjid saya, yang membagikan tragedi terbaru kasus penganiayaan terhadap pengasuh pondok pesantren. Begini tanggapan dari saudara saya ini "Sedari dulu saya ndak terlalu merisaukan sepak terjang para pengikut ibnu muljam,
Semenjak di masjid kedatangan seseorang yang katanya hafidz qur'an, namun membid'ah"kan yasinan dan tahlilan
Maka"..... Ku nyatakan perangggg..."
Tolak wahabi dari bumi pertiwi...
Di bawah ini postingan asli facebook yang mengabarkan dianiayanya seorang Ulama Pengasuh Pondok Pesantren di Cicalengka, Bandung, KH. Umar Basri:
"Empat Belas abad yang lalu ada seorang Hafidz Qur'an bernama Abdurrahman bin Muljam dengan keyakinan dirinya bahwa Sayyidina Ali Karamallohu Wajhah telah melanggar syariat lalu Abdurrahman bin Muljam membunuh Sayyidina Ali seolah-olah dia lebih 'Alim dari Sepupu sekaligus menantu dari manusia teragung Sayyidina Muhammad Shallallahu' Alaihi Wasallam.
Lima tahun yang lalu di Suriah Seorang Ulama Nan 'Alim Syaikh Muhammad Said Ramadhan Al Buthi wafat ketika beliau mengajarkan ilmunya di sebuah Masjid, berondongan peluru membanjiri seisi masjid, tidak lain dan tidak bukan mereka yang dalam Takbirnya digunakan untuk membeli darah orang lain.
2 tahun yang lalu di Sinai, Mesir, Syaikh Sulaiman dibunuh oleh kelompok generasi turunan dari Abdurrahman bin Muljam dengan cara dipenggal kepalanya juga oleh mereka yang katanya demi menegakkan syariat.
Hari ini kita melihat seorang Ulama Pengasuh Pondok Pesantren di Cicalengka, Bandung, KH. Umar Basri, dianiaya hingga babak belur hanya karena menganggap bahwa amalan yang dilakukan Kiai ini adalah amalan Ahli Neraka.
Sampai kapan para Generasi Abdurrahman bin Muljam muncul di era modern ini?
Sampai orang habis kuota untuk menonton dan menyaksikan provokasi kebencian dari kaum radikal yang terus terusan menggerogoti orang awam di jagad maya.
Ya Rabb... Lindungilah kami dari kejahatan sosial media yang menghalalkan darah dan daging sesama manusia... Aamiiiin..."
Sumber:
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2112610162097450&id=100000454609427
Miki M.


No comments:
Post a Comment