Dikutip dari laman facebook kata kita, inilah sekelompok orang mengatasnamakan aktivis UI yang menolak kedatangan pak Jokowi di kampus UI hari ini. Aktivis tuwir bin udzur...[klik]
Selain itu, yang parahnya, ada pemandangan 'tak menarik' tetapi ngelunjak, saat Presiden Joko Widodo menghadiri dies natalis ke-68 Universitas Indonesia. Saat Jokowi baru saja selesai pidato di area Balairung UI, ada seorang mahasiswa yang berdiri kemudian memberikan kartu kuning untuk Jokowi.
Mahasiswa yang berdiri memberikan kartu kuning. Dalam video yang tersebar, tampak berdiri seorang diri Mahasiwa ketika Jokowi baru saja menyelesaikan pidatonya. Ketika Jokowi menyalami Rektor UI Muhammad Anis, ia masih tampak berdiri.
Sampai akhirnya Paspampres mendatanginya yang mengenakan kemeja batik merah itu dan memintanya untuk duduk. Alih-alih duduk, yang bersangkutan masih tetap berdiri dan malah melakukan aksi mengejutkan. Ia tiba-tiba mengangkat kartu kuning.
Setelah berkoordinasi, Mahasiswa itu akhirnya diringkus paspampres. Ia digiring oleh Paspampres ke barisan belakang. Tapi tetap memberikan kartu kepada Jokowi.
Berdasarkan informasi, mahasiswa yang memberikan kartu kuning kepada Jokowi adalah Ketua BEM UI 2018 bernama Zaadit Taqwa. Zaadit diketahui merupakan mahasiswa aktif dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).
Aksinya cukup menarik perhatian hadirin yang datang di acara tersebut. Zaadit tak kunjung duduk, hingga Paspampres menariknya ke bagian belakang.
Aliansi gerakan yang terdiri dari BEM UI, BEM FKM UI, BEM Psikologi UI, BEM FF UI, BEM FIB UI, BEM FMIPA UI, BEM FKG UI, BEM FIA UI, BEM Fasilkom UI, dan BEM Vokasi UI juga mengadakan aksi kreatif untuk menyambut kedatangan Jokowi di UI.
Mereka juga melakukan aksi kreatif yang dilakukan dikemas ke dalam bentuk freeze mob dengan membawa berbagai sign dan terdapat simbolik meniup peluit dengan disertai pemberian kartu kuning. Ada beberapa isu yang dibawa dan membuat mereka memberikan kartu kuning untuk Jokowi.
Beberapa isu tersebut yaitu isu gizi buruk yang menimpa Suku Asmat, isu penghidupan kembali dwifungsi Polri/TNI terkait usulan Penjabat gubernur dari Polri, dan penerapan peraturan baru organisasi mahasiswa.
Fahri Hamzah soal Kartu Kuning BEM UI untuk Jokowi sebagai Ekspresi Mahasiswa
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menanggapi peristiwa itu. Menurutnya, kampus sebagai ruang akademis memang lekat dengan kritik. Karena itu, sebagai presiden, Jokowi tidak perlu alergi terhadap kritik dari mahasiswa.
"Katanya Ketua BEM-nya mengangkat kartu kuning di ruang pertemuan itu dan dibawa keluar oleh Paspampres, saya bilang itu ekspresi mahasiswa," kata Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (2/2).
"Harusnya Pak Jokowi itu, siapa ini? Oh BEM, harusnya ngomong, ayo apa kritik Anda kepada pemerintah, saya ingin mendengar," lanjut Fahri.
Fahri berkata, Jokowi seharusnya tidak membawa embel-embel kekuasaan ketika berada di dalam kampus. Sebab, kampus adalah arena kebebasan berpikir dan berpendapat.
Tak hanya itu, apabila Jokowi tidak siap mendapat kritik, sebaiknya tidak usah masuk ke dalam kampus.
"Jokowi kalau enggak berani didemo, tak usah masuk kampus," katanya.
Setelah peristiwa ini, rencana pertemuan Jokowi dengan BEM UI yang semula dijadwalkan, batal dilaksanakan.
Dalam kesempatan bernilai tersebut, Presiden Joko Widodo mengucapkan terima kasih kepada Universitas Indonesia yang telah banyak melahirkan pejuang pembangunan.
Tidak hanya itu, ucapan terima kasih dengan sarat makna, diutarakan Kepala Negara, mengingat UI merupakan universitas penghasil menteri di Kabinet Kerja.
"Sampai saat ini ada enam alumni UI yang membantu saya di Kabinet Kerja," ucap Presiden diikuti dengan tepuk tangan civitas akademika UI, Jumat (2/1/18).
Para menteri yang merupakan alumni UI a.l. Darmin Nasution, Puan Maharani, Sri Mulyani, Nila F. Moloek, Sofyan Djalil, serta Bambang Brodjonegoro.
Sementara itu, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko merupakan lulusan pascasarjana UI.
Di usianya ke-168 tahun, diketahui Universitas Indonesia (UI) bertekad menjadi barometer perguruan tinggi Tanah Air. Hal ini terutama karena UI dapat dikatakan sebagai kampus tertua di Indonesia.
Pancasila di perguruan tinggi dituangkan melalui nilai-nilai yang menginternalisasi mahasiswa. Sifat gotong royong, kebangsaan, ketuhanan, diterapkan pula dalam mata kuliah pembentukan kepribadian (MPK). Namun aksi aneh Ketua BEM tersebut merupakan glagat sikap dan akhlaq yang mencoreng nilai barometer itu sendiri.
Sumber:
- https://kumparan.com/@kumparannews/acungkan-kartu-kuning-ke-jokowi-ketua-bem-ui-diciduk-paspampres
- http://www.popnesia.com/2018/02/video-acungkan-kartu-kuning-ke-jokowi_2.html
- https://merahputih.com/post/read/viral-video-ketua-bem-ui-acungkan-kartu-kuning-ke-jokowi-nasibnya
Embo.
Selain itu, yang parahnya, ada pemandangan 'tak menarik' tetapi ngelunjak, saat Presiden Joko Widodo menghadiri dies natalis ke-68 Universitas Indonesia. Saat Jokowi baru saja selesai pidato di area Balairung UI, ada seorang mahasiswa yang berdiri kemudian memberikan kartu kuning untuk Jokowi.
Mahasiswa yang berdiri memberikan kartu kuning. Dalam video yang tersebar, tampak berdiri seorang diri Mahasiwa ketika Jokowi baru saja menyelesaikan pidatonya. Ketika Jokowi menyalami Rektor UI Muhammad Anis, ia masih tampak berdiri.
Sampai akhirnya Paspampres mendatanginya yang mengenakan kemeja batik merah itu dan memintanya untuk duduk. Alih-alih duduk, yang bersangkutan masih tetap berdiri dan malah melakukan aksi mengejutkan. Ia tiba-tiba mengangkat kartu kuning.
Setelah berkoordinasi, Mahasiswa itu akhirnya diringkus paspampres. Ia digiring oleh Paspampres ke barisan belakang. Tapi tetap memberikan kartu kepada Jokowi.
![]() |
| Presiden Joko Widodo tidak tersinggung dengan aksi pengacungan 'kartu kuning' oleh Ketua BEM Universitas Indonesia Zaadit Taqwa. |
Aksinya cukup menarik perhatian hadirin yang datang di acara tersebut. Zaadit tak kunjung duduk, hingga Paspampres menariknya ke bagian belakang.
Aliansi gerakan yang terdiri dari BEM UI, BEM FKM UI, BEM Psikologi UI, BEM FF UI, BEM FIB UI, BEM FMIPA UI, BEM FKG UI, BEM FIA UI, BEM Fasilkom UI, dan BEM Vokasi UI juga mengadakan aksi kreatif untuk menyambut kedatangan Jokowi di UI.
![]() |
| Presiden Joko Widodo. |
Beberapa isu tersebut yaitu isu gizi buruk yang menimpa Suku Asmat, isu penghidupan kembali dwifungsi Polri/TNI terkait usulan Penjabat gubernur dari Polri, dan penerapan peraturan baru organisasi mahasiswa.
Fahri Hamzah soal Kartu Kuning BEM UI untuk Jokowi sebagai Ekspresi Mahasiswa
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menanggapi peristiwa itu. Menurutnya, kampus sebagai ruang akademis memang lekat dengan kritik. Karena itu, sebagai presiden, Jokowi tidak perlu alergi terhadap kritik dari mahasiswa.
"Katanya Ketua BEM-nya mengangkat kartu kuning di ruang pertemuan itu dan dibawa keluar oleh Paspampres, saya bilang itu ekspresi mahasiswa," kata Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (2/2).
"Harusnya Pak Jokowi itu, siapa ini? Oh BEM, harusnya ngomong, ayo apa kritik Anda kepada pemerintah, saya ingin mendengar," lanjut Fahri.
Fahri berkata, Jokowi seharusnya tidak membawa embel-embel kekuasaan ketika berada di dalam kampus. Sebab, kampus adalah arena kebebasan berpikir dan berpendapat.
Tak hanya itu, apabila Jokowi tidak siap mendapat kritik, sebaiknya tidak usah masuk ke dalam kampus.
"Jokowi kalau enggak berani didemo, tak usah masuk kampus," katanya.
Setelah peristiwa ini, rencana pertemuan Jokowi dengan BEM UI yang semula dijadwalkan, batal dilaksanakan.
Dalam kesempatan bernilai tersebut, Presiden Joko Widodo mengucapkan terima kasih kepada Universitas Indonesia yang telah banyak melahirkan pejuang pembangunan.
Tidak hanya itu, ucapan terima kasih dengan sarat makna, diutarakan Kepala Negara, mengingat UI merupakan universitas penghasil menteri di Kabinet Kerja.
"Sampai saat ini ada enam alumni UI yang membantu saya di Kabinet Kerja," ucap Presiden diikuti dengan tepuk tangan civitas akademika UI, Jumat (2/1/18).
Para menteri yang merupakan alumni UI a.l. Darmin Nasution, Puan Maharani, Sri Mulyani, Nila F. Moloek, Sofyan Djalil, serta Bambang Brodjonegoro.
Sementara itu, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko merupakan lulusan pascasarjana UI.
Di usianya ke-168 tahun, diketahui Universitas Indonesia (UI) bertekad menjadi barometer perguruan tinggi Tanah Air. Hal ini terutama karena UI dapat dikatakan sebagai kampus tertua di Indonesia.
Pancasila di perguruan tinggi dituangkan melalui nilai-nilai yang menginternalisasi mahasiswa. Sifat gotong royong, kebangsaan, ketuhanan, diterapkan pula dalam mata kuliah pembentukan kepribadian (MPK). Namun aksi aneh Ketua BEM tersebut merupakan glagat sikap dan akhlaq yang mencoreng nilai barometer itu sendiri.
- https://kumparan.com/@kumparannews/acungkan-kartu-kuning-ke-jokowi-ketua-bem-ui-diciduk-paspampres
- http://www.popnesia.com/2018/02/video-acungkan-kartu-kuning-ke-jokowi_2.html
- https://merahputih.com/post/read/viral-video-ketua-bem-ui-acungkan-kartu-kuning-ke-jokowi-nasibnya
Embo.






No comments:
Post a Comment