![]() |
| Kolase Sriwijaya Post/JPC/Net. |
Kepergiannya pun meninggalkan duka mendalam bagi setiap orang yang mengenalnya, baik itu, keluarga, sahabat dan para rekan kerjanya.
Melansir tribunnews palembang, sebuah penuturan mengharukan pun diungkapkan oleh sang kakak.
Sang kakak menyebut kalau Dianti pernah mengungkapkan sesuatu sebelumn insiden mengerikan ini terjadi.
Ganda, sang kakak, menyebut jika sang adik ternyata sudah memutuskan dimana dirinya akan dimakamkan jika kelak dirinya meninggal dunia.
Dilansir dari Fajar.co.id, ketika ditemuii di rumah duka yang berlokasi di Tangerang, Selasa (6/2/2018), Ganda menyebut kalau sang adik pernah bercanda dengannya sekitar dua minggu yang lalu.
Kala itu, menurut Ganda, jika nanti meninggal dunia sang adik menyebut ingin dimakamkan di belakang Kantor Kecamatan Cipocok dan tak mau dimakamkan di dekat rumah karena seram. (Merdeka).
Tak hanya itu, ada sebuah bercak aneh yang sempat muncul beberapa waktu yang lalu di tangan Ganda dan Sudiana Susilaning Wuyungsari, sang ibu.
Ketika sang adik melihat hal tersbeut, ia menyebut kalau sang kakak dan ibu akan mendapatkan rezeki.
Namun, Ganda tak pernah menduga kalau yang datang justru adalah kepergian sang adik.
Seperti diketahui sebelumnya, saat menjadi korban longsor, Putri baru bisa dievakuasi oleh tim SAR pada pukul 3.14 WIB, Selasa (6/2/2018) dini hari.
Sulitnya proses evakuasi Dianti dan para korban lain turut dibenarkan oleh Kepala Kantor SAR Jakarta, Hendra Sudirman.
Menurut Hendra, timnya kesulitan lantaran material yang mengalami longsor berbobot sangat berat.
Saat dievakuasi, korban langsung dibawa ke mobil ambulans untuk selanjutnya dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk menerima perawatan medis lebih lanjut.
Saat dalam perjalanan ke rumah sakit, Putri masih bisa diajak berkomunikasi oleh tim penyelamt didalam mobil ambulans.
Ketika dievakuasi, tim penyelamat terus memberikan semangat agar Putri terus bertahan.
![]() |
| Ayah korban membawa Jenazah Dianti 2018/Merdeka.com/Kirom |
Hingga pukul 04.00 WIB, tim SAR gabungan masih terus melanjutkan evakuasi secara menual untuk menyelamatkan satu korban lagi yang bernama Mutmainah.
Saat itu, Mutmainah berada dalam posisi masih terhimpit di bawah puing-puing sebuah mobil yang ikut tertimpa reruntuhan beton dan tanah-tanah sisa longsoran.
Menurut informasi, mobil yang dikendarai Mutmainah tertimpa longsoran tanah dan reruntuhan beton yang merupakan penahan dari underpass rel kereta api dari Bandara Sokerano Hatta.
Kejadian ini menimpa Mutmainan ketika ia melintasi jalan tersbeut pada Senin (5/2/2018), pukul 17.35 WIB, usai hujan yang cukup deras turun di kawasan tersebut.
Proses evakuasi yang dilakukan oleh tim SAR gabungan terhadap kedua korban terbilang cukup sulit sehingga memakan waktu yang cukup lama.
Posisi kedua korban berada di dalam mobil yang tertimpa reruntuhan tanah serta lempengan beton seberat 20 ton.
Belum lagi evakuasi dilakukan pada malam hari dengan kondisi minim cahaya dan hawa dingin, serta masih labilnya struktur tanah di sekitar lokasi.
Tiga ekskavator turut dikerahkan untuk menyingkirkan reruntuhan tanah dan beton yang menumpuk di sekeliling mobil korban.
Meski sempat berhasil diselamatkan, korban Putri dinyatakan meninggal dunia di RS Mayapada Tangerang pada Selasa (6/2/2018) sekitar pukul 06.45 WIB.
[edmun].





No comments:
Post a Comment