![]() |
| Amien Rais (Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan). |
"Jadi, kalau saya melihat ini ada kekuatan siluman," ujarnya usai menghadiri acara Mengenang AM Fatwa di Balai Kota, Senin (12/2). Meski demikian, mantan Ketua MPR RI tersebut tidak menjelaskan siapa sosok 'siluman' yang dimaksud.
"Kekuatannya enggak kelihatan sedang merongrong bangsa ini. Tampaknya lho ingin mengadu umat beragama supaya Indonesia ini hancur. Siapa? Tak cari itu," katanya.
Sementara itu, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan yang hadir pada kesempatan sama, menyebut ada pihak yang ingin mengadu domba umat beragama di penyerangan gereja tersebut.
![]() |
| ZULkifli Hasan, Mustofa Nahrawardaya, CNN Indonesia Daily, dan 7 lainnya |
Menurutnya, hubungan antarumat beragama yang awalnya akur dan saling menghormati, bisa rusak seketika akibat kejadian itu.
"Ini ada tampaknya yang ingin mengadu kita, mengadu antarumat beragama, Islam, Kristen, Hindu, Buddha, diserang seperti itu. Saya kira agar menimbulkan kemarahan," ujarnya.
Zulkifli mengecam kekerasan yang melukai pastor dan polisi setempat tersebut. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan menyerahkan kelanjutan proses hukum kepada polisi.
"Percayakan kepada mereka. Saya yakin polisi kita sanggup untuk menyelesaikan dengan cepat apa yang terjadi sekarang ini," katanya.Siapapun yg mengadu domba umat beragama dengan menyerang pastor & ulama, bersiaplah putus asa.— ZULkifli Hasan (@ZUL_Hasan) 12 Februari 2018
Karena kita punya Pancasila, Karena toleransi sudah jadi perilaku sehari hari
#JagaMerahPutih #KhatamToleransi pic.twitter.com/INRLSFM9ZF
Di tempat terpisah, justeru Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah menyebut bahwa penyerang tokoh agama di Gereja Katolik Santa Lidwina, Suliyono, terindikasi menganut radikalisme.
Tito mengatakan, Densus 88 Antiteror dan intelijen Polri tengah mendalami latar belakang Suliono, pelaku penyerangan Gereja Santa Lidwina, Sleman, Yogyakarta. Dari hasil pendalaman sementara, Suliono pernah berada di kantong-kantong teroris, seperti Sulawesi Tengah, Poso, dan Magelang.
"Ada indikasi kuat yang bersangkutan ini kena paham radikal yang prokekerasan," ujar Tito dikutip dari kompas saat berada di kompleks Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/2)).
![]() |
| Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. ANTARA FOTO. |
Terkadang, bahasa siluman yang disampaikan oleh Amien Rais cenderung kamuflase alias masih buram dan butuh penerawangan menggunakan orang pandai, yang mana, siluman berarti dapat berasal dari manusia biasa yang kemudian meninggalkan alam kasar atau setelah orang meninggal ruhnya masuk dalam masyarakat itu, atau memang sudah merupakan makhluk halus sejak awalnya. Pertemuan antara manusia dengan siluman seringkali menjadi bagian dari cerita-cerita misteri yang digemari.
Ajaran Muhammadiyah telah dengan jelas menentang paham Khurafat, syirik, bid'ah dan hal-hal terkait takhayul yang diyakini merusak pemikiran umat dikalangan Muhammadiyah.
Berislam secara dewasa dikenalkan Muhammadiyah selama ini sebagai Islam yang arif, yang dirujuk dari apa yang dikandung dalam al-Quran dan as-Sunnah dengan memperkenalkan pola istinbath yang proporsional.
Tapi Amien Rais memantik isu siluman menjadi pola pikir siluman antah berantah, sebagai hal yang menandakan masyarakat dipaksa berfikir khayalan seolah-olah dan akan ada wujud kekuatan dari batas tak menentu. Hal itu, justeru akan menghilangkan alam kesadaran, kepekaan terhadap yang jelas-jelas.
Seperti Suliono, yang dikatakan oleh Tito Karnavian tersebut merupakan sisa dari sel-sel teroris, yang sedang berusaha sendiri menggunakan usaha radikalnya, akibat adanya paham keras keagamaan yang takfiri. Suliono memang menggunakan sajam, dikarenakan jika menggunakan bom, Suliono sendiri tak mampu membeli bahan peledak. [Embo]
Sumber:
- https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180213055317-20-275770/amien-rais-ada-kekuatan-siluman-di-balik-penyerangan-gereja
- http://nasional.kompas.com/read/2018/02/12/14510471/kapolri-penyerang-gereja-santa-lidwina-terindikasi-kena-paham-radikal
- https://kumparan.com/@kumparannews/am-fatwa-di-mata-amien-rais-orang-yang-unik-dalam-segala-hal



No comments:
Post a Comment