Menurut Fahri Anies sudah jadi presiden. Jakarta itu kan powernya. Berarti Ahok juga Presiden dong? - Indowordnews

Breaking

02 February 2018

Menurut Fahri Anies sudah jadi presiden. Jakarta itu kan powernya. Berarti Ahok juga Presiden dong?

Hasil gambar untuk ANIES RASA PRESIDEN
Gambar hasil Pilgub DKI rasa Presiden bagi Anies-Sandi. Bersalaman usai memberikan keterangan kepada wartawan mengenai hasil hitung cepat (quick count) di Kediaman Prabowo, Kertanegara, Jakarta, Rabu (19/4/2017).
Wakil Ketua DPR Fraksi PKS, Fahri Hamzah, enggan menanggapi informasi bahwa prostitusi di Hotel Alexis masih beroperasi. Menurutnya, biarlah itu menjadi urusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Namun demikian, dia mengingatkan Anies agar tidak terlalu banyak turun mengurusi urusan teknis yang masih bisa dikerjakan bawahannya.

"Jangan terlalu banyak melayani kerja sektoral. Karena percayalah kepada birokrasinya itu sudah ada kerja," kata Fahri di DPR, Jakarta, Jumat (2/2/2018).

Menurut Fahri, kerja Gubernur DKI Jakarta mirip dengan kerja Kepala Negara.
Menurut Fahri Anies sudah jadi presiden. Jakarta itu kan powernya. Berarti Ahok juga Presiden dong?
"Jadi Pak Anies nggak perlu ingin jadi presiden, karena dia sudah jadi presiden. Jakarta itu kan sebetulnya powernya, posisi strategisnya, sudah kaya negara. Jadi dia fokus saja," ujar Fahri.

Menurut Fahri, dalam level ini, pekerjaan Gubernur DKI sudah seperti Presiden. Di mana, Jakarta itu sendiri berada di tangan Anies-Sandi, oleh karenanya pemerintahan negara berada atau berpusat di Jakarta itu sendiri, ini maksudnya Fahri. Jadi tidak main-main melaksanakan program kerja.

Berarti sebelum Ahok-Djarot, Jokowi dan Foke, Sutiyoso dan lainnya pun patut dianggap se-level Presiden. Jika demikian, maka Ahok dan Djarot yang begitu fenomenal berarti termasuk levelnya Presiden dong?!...Ya, iyalah, memang demikian adanya, kok! Sebab Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota terutama Jakarta adalah barometer Indonesia dalam pemerintahan daerah di Indonesia.

Dalam menangani Jakarta pun tak perlu tanggung-tanggung, harus berani, tegas, lawan. Inilah arah pembicaraan Fahri Hamzah. Namun ia telat membuat permisalan tersebut dengan melupakan penilaiannya kepada Ahok yang dahulu.
Menurut Fahri Anies sudah jadi presiden. Jakarta itu kan powernya. Berarti Ahok juga Presiden dong?
Hanya saja, beruntungnya dalam penilaian Fahri bahwa sejauh ini kerja Anies dan wakilnya Sandiaga Uno, belum sistematis dan terlihat tanpa ada perencanaan.

"Akhirnya terlalu banyak yang di tengah jalan mengganggu. Katanya mau ganti nama jalan. Urusannya apa coba? Bikin saja jalan lain," tutur Fahri.

Sementara itu, terkait keberadaan dugaan prostitusi di Hotel Alexis yang masih eksis, menurut Fahri, sebaiknya Anies serahkan kepada pejabat Pemprov DKI lainnya.

"Kasih saja ke pejabat, kasih instruksi, tugas dia kasih instruksi. Bagaimana ini? Panggil pakar hukumnya. Apa penyebab ini harus ditutup? Oh, karena di situ ada operasi pelacuran diam-diam, bisa ada narkotik (misalnya). Minta tolong itu Kapolda tutup itu, karena ada buktinya. Kalau beroperasi di tempat lain, ilegal, tutup lagi. Nggak usah diomongkan," kata Fahri.

Mari kita baca himbauan Fahri kepada Anies. Fahri menghimbau perlunya menunjukkan kerja yang disiplin kepada para bawahannya, serta warga DKI yang dipimpinnya.

"Ciptakan kedisiplinan bukan dengan ngomong, tapi dengan kerja konkrit. Pak Harto itu dulu jarang ngomong, semua orang disiplin. Kenapa? Karena anak buahnya kerja di bawah. Jangan kita ngomong, anak buah nggak kerja, terus jadi nggak dihormati orang. Begitu caranya," kata Fahri.

Fahri ada benarnya, namun bicara Presiden, memang Pilkada DKI lalu sudah serasa Pilpres, karena perebutan dari kelompok yang kalah di 2014. Jadi Jakarta direbut cuma dibangga-banggain...Kita lihat 2019 apakah Indonesia milik yang terlupakan?

{embo}


Sumber: 
https://m.suara.com/news/2018/02/02/140447/fahri-hamzah-kritik-program-anies-tak-sistematis-dan-terencana



No comments:

Post a Comment