Presiden Joko Widodo mengapreasi penghargaan yang diraih Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebagai menteri terbaik dunia. Apalagi, penghargaan itu diberikan oleh forum internasional.
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo pun ikut mengapresiasi penghargaan yang diraih menteri yang akrab disapa Ani tersebut.
"Menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi terhadap Menkeu yang telah menunjukkan prestasi dan diakui oleh semua negara-negara di dunia sebagai menteri terbaik," kata Tjahjo dikutip dari laman resmi Kementerian Dalam Negeri, Rabu (14/2/2018).
Menurut Tjahjo, kebanggaan atas prestasi Menkeu itu bukan hanya kebanggaan kabinet, tetapi juga kebanggaan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
"Kebanggaan ini juga kebanggaan tidak hanya kebanggaan kabinet, tapi juga kebanggaan untuk masyarakat bangsa dan negara," ujarnya.
Bahkan, Tjahjo heran jika kemudian ada orang yang justru nyinyir dengan prestasi yang diraih Menkeu.
"Kalau ada orang yang nyinyir, yaitu saya kira siapa orangnya, kan, kita harus tahu, pada posisi apa dia tidak setuju," kata Tjahjo.
"Tapi, sebagai bangsa harusnya kita bangga karena Ibu Sri Mulyani tidak atas nama pribadi, tapi atas nama bangsa dan negara Indonesia. Tentunya beliau sebagai anggota kabinet di bawah Presiden Pak Jokowi," tuturnya yang dilansir via Kompas.com.
Selain Mendagri, juga banyak pihak yang mengapresiasi penghargaan tersebut, Termasuk berbagai media asing yang memberitakan prestasi tersebut, namun berbeda dengan Wakil Ketua DPR Fadli Zon sendiri, selaku Lembaga Negara malah ia tak menyampaikan ucapan selamat sedikitpun atas kinerja terbaik tersebut (lihat di akun twitter.com/KemenkeuRI).
Menurut Fadli Zon, penghargaan yang diterima mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu justru bertolak belakang dengan kinerjanya di kabinet [Sumber].
"Kok bisa jadi menteri keuangan terbaik ketika target tak ada yang tercapai (pertumbuhan dan pajak), subsidi dicabuti, impor naik, dan utang melonjak," ujar Fadli melalui akun Twitter-nya, (12/2/18).
Miki.
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo pun ikut mengapresiasi penghargaan yang diraih menteri yang akrab disapa Ani tersebut.
"Menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi terhadap Menkeu yang telah menunjukkan prestasi dan diakui oleh semua negara-negara di dunia sebagai menteri terbaik," kata Tjahjo dikutip dari laman resmi Kementerian Dalam Negeri, Rabu (14/2/2018).
| Ketua DPR Setya Novanto didamping Wakil Agus Hermanto dan Fadli Zon berbincang dengan Mendagri Tjahjo Kumolo, setelah pengesahan Perppu Pilkada menjadi UU, di DPR-RI, Selasa (20/1/2015) |
"Kebanggaan ini juga kebanggaan tidak hanya kebanggaan kabinet, tapi juga kebanggaan untuk masyarakat bangsa dan negara," ujarnya.
Bahkan, Tjahjo heran jika kemudian ada orang yang justru nyinyir dengan prestasi yang diraih Menkeu.
"Kalau ada orang yang nyinyir, yaitu saya kira siapa orangnya, kan, kita harus tahu, pada posisi apa dia tidak setuju," kata Tjahjo.
"Tapi, sebagai bangsa harusnya kita bangga karena Ibu Sri Mulyani tidak atas nama pribadi, tapi atas nama bangsa dan negara Indonesia. Tentunya beliau sebagai anggota kabinet di bawah Presiden Pak Jokowi," tuturnya yang dilansir via Kompas.com.
Selain Mendagri, juga banyak pihak yang mengapresiasi penghargaan tersebut, Termasuk berbagai media asing yang memberitakan prestasi tersebut, namun berbeda dengan Wakil Ketua DPR Fadli Zon sendiri, selaku Lembaga Negara malah ia tak menyampaikan ucapan selamat sedikitpun atas kinerja terbaik tersebut (lihat di akun twitter.com/KemenkeuRI).
Namun, Wakil Ketua DPR Fadli Zon justru menyebut Sri Mulyani tak pantas mendapatkan penghargaan tersebut. Fadli Zon malah terheran-heran sambil nyinyir melongok terhadap penghargaan internasional yang diterima Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tersebut.Selamat untuk #MenkeuSMI yang mendapatkan penghargaan Menteri Terbaik di Dunia. https://t.co/QNsaKyiSEr— BKF Kemenkeu (@BKFKemenkeu) 11 Februari 2018
Menurut Fadli Zon, penghargaan yang diterima mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu justru bertolak belakang dengan kinerjanya di kabinet [Sumber].
"Kok bisa jadi menteri keuangan terbaik ketika target tak ada yang tercapai (pertumbuhan dan pajak), subsidi dicabuti, impor naik, dan utang melonjak," ujar Fadli melalui akun Twitter-nya, (12/2/18).
Kok bisa jd menteri keuangan terbaik ketika target tak ada yg tercapai (pertumbuhan n pajak), subsidi dicabuti, impor naik, utang melonjak.— Fadli Zon (@fadlizon) 12 Februari 2018
Miki.

No comments:
Post a Comment