Setiap Presiden Punya gaya tersendiri. Begini Cara Jokowi Mencintai Indonesia - Indowordnews

Breaking

07 February 2018

Setiap Presiden Punya gaya tersendiri. Begini Cara Jokowi Mencintai Indonesia

Setiap Presiden Punya gaya tersendiri. Begini Cara Jokowi Mencintai Indonesia
Warga beswafoto dengan Presiden Jokowi di Manado. (Foto : Zonautara.com/Tonny Rarung )
Setiap Presiden punya gaya tersendiri, mungkin Jokowi tahu cara mensyukuri rahmat Tuhan atas tanah air Indonesia. Dia punya cara unik Jokowi dalam mencintai Ibu Pertiwi. [Oleh: Jolly Horonis]

Tanah pusaka Indonesia  masyur dan besar. Kekayaan alam dan keramahan penduduknya menjadi pesona yang tak usai dirangkai dalam lagu dan syair pujangga. Mengungkap cinta terhadap negeri ini memang terasa sulit untuk menemukan ungkapan yang pas. Kekayaan dan keindahan alam mengundang bangsa lain untuk datang ke negeri ini. Beragam budaya tak bisa diwakilkan dengan kata dan gambar apa pun.

Melukis Indonesia, melukis Nusantara, kau harus menumpahkan semua tinta pada kanvas. Memainkan kuas seapik mungkin dan kau akan temukan masih ada sudut Nusantara yang tak terwakilkan. Mendendangkan Indonesia, mendendangkan Nusantara, kau harus mengeja abjad demi abjad, merangkai kata demi kata sepanjang jemari masih bisa merajut. Pada akhirnya kau akan temukan pada syairmu, masih ada sepenggal Indonesia tak kau ungkapkan. Coba keluar, tatap langit pagi atau senja atau lihat alam sekelilingmu, kau kan bangga ada, bahkan lahir dalam pangkuan Ibu Pertiwi. Tanah pusaka. Tanah air Indonesia.

Sejarah mengukir dengan indah sepak terjang bangsa ini dalam kanca dunia. Dunia mencatat dengan baik pemimpin-pemimpin hebat pendahulu bangsa ini. Mereka bisa dengan lantang meneriakan kehebatan Nusantara, mulai dari kekayaan alam hingga filosofi-filosofi yang terkandung dalam keragaman budayanya.

Dalam perjalanan panjang bangsa ini banyak pula  rintangan yang  dihadapi, dari bencana alam hingga krisis ekonomi yang memporak-porandakan tatanan sosial. Isu rasis, radikalisme hingga separatis muncul ibarat jamur di musim hujan. Ketimpangan sosial, ketidakpastian hukum, dan korupsi, kolusi serta nepotisme merupakan penyakit paling akut yang menyerang Indonesia hingga berimbas pada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin bangsa beberapa tahun terakhir ini.

Saat ini, sebagian besar dari 262 juta warga Indonesia menaruh harap yang tinggi pada Joko Widodo. Pemimpin fenomenal ini selalu tampil dengan sesuatu yang mengejutkan. Presiden pilihan rakyat ini memang selalu mampu membuat masyarakat tertarik dan penasaran menanti kejutan-kejutan terbaru darinya. Gaya blusukan sebagai ciri khasnya menjadikan seluruh masarakat Indonesia rindu untuk bertemu dengannya. Nawa Cita sebagai 9 program utama Jokowi menjadikan semangat bernegara bangsa ini kini berkobar lagi.

Namun demikian, ditengah-tengah semangat kerja kerja kerja yang dikobarkannya untuk memacu semangat segenap anak bangsa ini, ia tak luput dari berbagai hantaman isu yang memojokkannya. Sebut saja di antaranya; dituduh anti Islam, dituduh PKI,  dituduh antek cina, dituduh mengkriminalisasi ulama, hingga dituduh bukan seorang muslim. Tak gusar, Jokowi kian menunjukan kinerjanya. Ia menunjukan prestasi kerjanya sebagai balasan atas tuduhan miring ini. Bahkan beberapa politisi yang menyerang dirinya, ia balas dengan simbol-simbol yang lembut. Demikian sosok fenomenal ini, gaya berpikirnya agak sulit ditebak. Penuh kejutan.

Dalam hal mencintai Indonesia, Jokowi memiliki cara tersendiri. Ia lain daripada pemimpin-pemimpin sebelumnya. Ia tahu bagaimana menyulam kembali kesatuan dan persatuan Indonesia. Ia tahu bagaimana menancapkan tiang dan mengibarkan kembali Merah Putih di hati segenap anak negeri. Ia tak berpidato tentang bagaimana mencintai Indonesia, ia menunjukan dengan kinerjanya. Ia tak pernah mengajak bagaimana kita menyayangi Ibu Pertiwi yang hatinya terluka oleh serakahnya mereka yang haus kekuasaan. Dari ujung hingga ujung Indonesia ini ia datangi.

Dari setiap sudut nusantara ia rasakan bagaimana rasanya kehidupan rakyatnya itu. Bisa saja kita sebut itu blusukan biasa ketika ia ngetrail di Papua atau berfoto ria di Kilometer 0 di Sabang ujung Sumatera. Tapi bagiku, inilah cara unik Jokowi mencintai Indonesia. Ia ingin merasakan apa yang dirasakan mereka yang terpinggirkan. Bisa saja kita sebut ini hal biasa saat Jokowi berjalan ke bibir laut pulau Miangas paling Utara Indonesia dan pulau Rote paling Selatan Indonesia lalu membasuh mukanya dengan air laut.

Namun bagiku, inilah cara Jokowi mensyukuri rahmat Tuhan atas tanah air Indonesia. Di sinilah letak dan cara unik Jokowi dalam mencintai Ibu Pertiwi. Dengan keterbatasannya ia berusaha merengkuh lalu mendekap NKRI. Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sumber: Zona Utara


[edmun]

No comments:

Post a Comment