Uma Thurman dan Pedang Kemarahan - Indowordnews

Breaking

08 February 2018

Uma Thurman dan Pedang Kemarahan

Uma Thurman dan Pedang Kemarahan
Umma Thurman dalam aksi Kill Bill/Image. kym-cdn.com
Artis tenar Uma Thurman akhirnya buka suara soal predatorisme seks Harvey Weinstein, produser papan atas Hollywood. Sabetan pedang kemarahannya ikut menyasar Quentin Tarantino, sutradara yang melambungkan namanya lewat Pulp Fiction dan Kill Bill.

Tak ada aktris Hollywood yang punya reputasi segahar Uma Thurman. Tinggi semampai, leher jenjang, dan paras aduhai. Namanya melambung lewat film-film box office yang kental dengan darah, sabetan pedang, senjata, dan balas dendam yang berkelas. Thurman adalah Mia Wallace, sosok perempuan binal dalam film komedi hitam gangster sadis Pulp Fiction (1994). Dia juga Beatrix Kiddo, perempuan yang perkasa memainkan pedang Hattori Hanzo dan khatam soal balas dendam dalam dua sekuel film fenomenal Kill Bill (2003, 2004).

Jelang akhir tahun lalu, di tengah terbongkarnya skandal seks Harvey Weinstein, produser dan pendiri rumah produksi Miramax, seorang reporter mencoba mencegat dan meminta komentar Thurman.

Tak ada yang aneh. Dilansir dari indopress.id, Weinstein adalah produser eksekutif Pulp Fiction dan dua sekuel Kill Bill. Tiga film itu mengangkat nama dan perusahaannya. Ketiga film itu juga garapan sutradara yang sama: si brilian Quentin Tarantino. Mereka bertiga — Thurman, Weinstein dan Tarantino — kerap disebut-sebut sebagai troika di balik kesuksesan film indie nangkring di box office. Weinstein, menurut banyak media, punya pengaruh politik yang luas, termasuk hingga Gedung Putih, lepas ketenaran film-film Tarantino.

Thurman, kelahiran April 1970, tegang saat dimintai pendapatnya soal Weinstein. Sedikit terbata-bata, dia bilang, “Saya tak punya kutipan yang pas untuk Anda. Sebab saya sadar saya bukan lagi anak-anak dan kalau saya bicara saat marah, saya biasanya menyesali apa yang saya ungkapkan. Nah, saya lebih baik menunggu sampai marah saya sedikit reda dan saat saya siap akan saya katakan apa yang ingin saya katakan.”

Bagi jutaan penggemarnya, yang menonton kutipan viral itu di internet, pernyataan Thurman mengentalkan desas desus dia termasuk korban pelecehan Weinstein. Sebelumnya, belasan perempuan berbicara ke media ihwal atletisme seksual Weinstein. Menggaung via kampanye media #MeToo, Weinstein, belakangan mundur dari Miramax, jadi bulan-bulanan sorotan publik Amerika. Dia, usianya 18 tahun di atas Thurman, kabarnya menghabiskan ratusan ribu dolar untuk membungkam korban-korbannya. Belakangan tersiar kabar polisi di Amerika Serikat dan Eropa sedang menelisik kasusnya.

Penggemar kian bertanya-tanya setelah jelang Thanksgiving, Thurman memasang pesan singkat di Instagram. Dengan foto screetshot wajahnya dalam adegan monolog paling tersohor Kill Bill, dia mengucapkan selamat untuk semua penggemarnya dengan bumbu dendam di bagian akhir: “Tapi tidak untukmu Harvey, dan semua begundal sekondanmu — saya senang ini bakal bergulir pelan — kamu tak pantas ditembak dengan peluru — tunggu kelanjutannya.”

Pekan lalu, kemarahan Thurman akhirnya mereda. Untuk pertama kalinya, dia buka-bukaan dengan seorang wartawati The New York Times. Dalam wawancara eksklusif itu, Thurman menceritakan kisah kelam hidupnya, sekaligus rahasia gelap Hollywood. Dia bilang, saat masih 16 tahun dan merintis karir, dia pernah jadi korban pemerkosaan seorang produser yang menurutnya lebih pantas jadi kakeknya. “Saya menggunakan kata marah lantaran saya khawatir bakal menangis,” katanya merujuk komentar singkatnya yang viral sebelumnya. “Saya tidak ada bakat jadi pionir dalam sebuah berita yang saya tahu bakal jadi nyata. Jadi yang Anda saksikan di video itu adalah upaya saya mengulur waktu.”

Weinstein, kata Thurman meneruskan kisahnya, baru belakangan dia kenal dekat seiring melonjaknya ketenaran Pulp Fiction. Menurut Thurman, sejak awal dia sudah mendengar soal atletisme seksual Weinstein yang kerap menyasar artis-artis muda yang ingin dapat slot main di film-film Miramax.

Suatu hari, katanya, Weinstein sempat berusaha memperdayanya di sebuah sauna di Paris. Tapi, Thurman masih awas saat itu. Kali dua, katanya, pelecehan itu datang seperti dia “kena hantam tongkat bisbol di kepala”. Di sebuah hotel di London, Harvey memperdayanya dan dia tak kuasa melawan.

Thurman mengukus dendam sejak itu. Sehari lepas kejadian, dia menemui Weinstein dan mengancam menghancurkan karir, keluarga dan perusahaan bila dia sampai mendengar Weinstein mengulang pelecehan itu kepada wanita lain. Tak cukup, dia juga mendesak Tarantino untuk menekan Weinstein agar tak mengulang pelecehan itu kepada yang lain. Tarantino, katanya, awalnya enggan, namun akhirnya ikut menekan Weinstein. Harvey belakangan menemui Thurman dan menyampaikan maaf dan penyesalan.

Semua itu terjadi pada 2011, saat mereka bertiga sedang mempersiapkan syuting Kill Bill. Film yang digarap dengan sembilan bulan pengambilan gambar itu akhirnya meledak. Dalam peluncuran film di berbagai tempat di Eropa — film akhirnya menyabet rentetan Oscar, termasuk untuk Tarantino dan nomimasi untuk Thurman — Thurman bilang dia praktis dalam mode perang terhadap Weinstein dan Tarantino.

Khusus untuk Tarantino, Thurman bilang, kemarahannya tak pernah padam terkait syuting Kill Bill yang nyaris merenggut nyawanya. Untuk kali pertama, Thurman membeberkan kalau Tarantino nyaris membuatnya terbunuh saat pengambilan gambar. Kala itu, katanya, Tarantino memaksa dia memerankan langsung adegan menyetir sebuah mobil sedan convertible di sebuah jalan berpasir di Meksiko. Thurman awalnya menolak lantaran mendengar kabar dari kru kalau mobil itu berbahaya dikendarai. Dia ingin pengambilan gambarnya diwakili oleh pemeran pengganti. Tapi Tarantino ngotot.

Lalu kecelakaan itu terjadi. Mobil terjerembab dan menabrak pohon. Thurman masuk rumah sakit dan keluar dengan penyangga leher dan mur permanen penyangga kakinya yang patah. “Saat keluar dari rumah sakit … saya berkeras melihat mobil itu dan jadi sangat kecewa. Saya dan Quentin sejak itu terlibat pertengkaran hebat dan saya menuduh dia mencoba membunuh. Dan dia sangat marah atas tuduhan itu, dan saya kira bisa dimengerti, lantaran dia tak bermaksud untuk membunuh.”

Lepas kejadian, Thurman — punya tiga anak dari pernikahan dengan aktor Gary Oldman dan Ethan Hawke — meminta pengacaranya mengambil penggalan pengambilan gambar yang berujung kecelakaan itu dari Miramax. Miramax setuju menyerahkannya dengan syarat Thurman tak mengajukan tuntutan apa pun. Thurman tak menanggapi. Nah, seiring terbongkarnya skandal seks Weinstein di media, dia kembali teringat dan menuntut Tarantino mengeluarkan rekaman kecelakaan itu. Tarantino akhirnya menyerahkan rekaman 15 tahun silam itu.

Di luar kecelakaan itu, dalam Kill Bill, Tarantino juga terlibat langsung dalam pengambilan gambar sadistik, termasuk meludahi wajah dan mencekik leher Thurman.

Tarantino, lepas The New York Times menurunkan wawancara Thurman itu, angkat suara. Dia bilang, keputusannya meminta Thurman memerankan sendiri adegan berbahaya menyetir mobil dalam Kill Bill adalah salah satu “penyesalan terbesar” dalam hidupnya. Weinstein sendiri, lewat pengacaranya, membenarkan kalau dia pernah mendekati Thurman saat di London lantaran “salah membaca sinyal” lepas upayanya yang gagal untuk bermesraan dengan Thurman di Paris.


Baca Sumber


[Eyth].

No comments:

Post a Comment