Anies tuduh '300 Kampong' Yang bakal tergusur. Ahok benar Tidak Ada Pilihan Lain! Dia Bohong lagi - Indowordnews

Breaking

21 December 2017

Anies tuduh '300 Kampong' Yang bakal tergusur. Ahok benar Tidak Ada Pilihan Lain! Dia Bohong lagi

Anies tuduh '300 Kampong' Yang bakal tergusur. Ahok benar Tidak Ada Pilihan Lain! Dia Bohong lagi
Gubernur DKI Anies Baswedan meninjau tanggul jebol di Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (13/12) pagi. (Dok. Dinas Kominfotik DKI).
YANG BIASA GUSUR SIAPA BU?...NOMOR BERAPA? AYOO...

Saat kampanye Pilgub DKI Putaran II beberapa waktu lalu. Ahok dan Anies kerap berbeda Visi, ada kejujuran dan ada yang menekankan saatnya Gubernur baru dengan mengisukan hal-hal yang mengakibatkan suara tertentu merosot.

Waktu Anies Baswedan berkampanye ke sebuah Kampong saat menjadi Calon gubernur DKI Jakarta untuk Putaran Kedua, ia mengatakan sumber data 300 lokasi penggusuran di DKI ia dapatkan dari berita di media online dan LBH Jakarta.

Sampai-sampai Anies menggurui warga saking ngototnya tentang sejarah istilah Kampung menjadi 'Kampong', intinya menghilangkan orang miskin dikampong akan dihilangkan, dia sendiri memfitnah di cempaka putih. Penggusuran akan dilakukan oleh Pasangan lain itu, katanya. Bahkan disampaikan 300 kampung mau digusur, Anies kampanye di Masjid Sunda Kelapa.

"Sumbernya banyak dari berita online, bahkan ada di laporan LBH (Jakarta) juga ada," kata Anies di Kota Bambu Selatan, Jakarta Barat, Jumat (7/4/2017).

Namun Anies tak memberikan secara detail soal sumber media online dan LBH Jakarta. Anies juga tak menjawab spesifik saat ditanya apakah sumber data LBH dari Pemprov DKI Jakarta. "LBH dapat dari banyak tempat, banyak sumber," ujar Anies. Anggota tim Anies-Sandi, Naufal Firman Yusak juga sempat memperlihatkan sejumlah pemberitaan yang dimaksudkan. Namun Djarot meminta Anies mengklarifikasi pernyataannya tersebut. Data itu sampai saat ini tidak pernah dibuktikan.

Calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyempatkan blusukan ke kawasan rawan longsor dan banjir. Kebanyakan warga di pinggir Kali ada yang mengharapkan calon gubernur petahana itu tidak menggusur rumah mereka.
Anies Menggoda Warga, Lebih Dari 300 Tempat Akan Digusur Ahok! Fitnah Balik

Namun, Ahok tidak mau membohongi warga dengan memberikan janji tak ada gusur-menggusur hanya karena mengharapkan suara pada Pilkada DKI 2017. Menurut dia, penggusuran tetap dilakukan demi kebaikan bersama dan tidak membahayakan warga.

"Kalau itu ada batu cadas, saya berani katakan untuk tidak bongkar. Tapi ini daerah hulu dan longsor kok. Itu satu rumah saja sudah pernah roboh. Kalau ada anak, cucu, cicit meninggal bagaimana?" ucap Ahok.

"Makanya, saya sampaikan saya enggak mungkin enggak bongkar. Pasti bongkar, tapi saya jamin uang penggantian baik," tambah Ahok.
Anies tuduh '300 Kampong' Yang bakal tergusur. Ahok benar Tidak Ada Pilihan Lain! Dia Bohong lagi
Ahok pun menegaskan jika penggusuran itu dipastikan bakal memberikan manfaat bagi orang banyak. Tidak hanya yang digusur, tetapi juga warga lain di luar kawasan penggusuran.

"Jadi gini, semua sungai kalau kita normalisasi, pasti ada jalan inspeksinya. Sama kaya orang Kampung Pulo Bukit Duri kan diuntungkan," tandas Ahok.

Tim pemenangan Basuki Tjahjadi Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat (Djarot), Badja, tak tinggal diam, pihaknya melaporkan cagub DKI Jakarta Anies Baswedan ke Polda Metro Jaya. Anies dituduh telah mencemarkan nama baik dan fitnah karena menyampaikan informasi sesat soal penggusuran 300 titik di DKI Jakarta.

"Kami melaporkan Saudara Anies Baswedan ini karena sudah lama, sejak Pilkada DKI putaran pertama itu menyampaikan informasi sesat, bahwa ada 300 kampung yang akan digusur," ujar Ronny Talapessy, selaku kuasa hukum Djarot, kepada detikcom, Rabu (5/4/2017).

Anies Baswedan memastikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan pelebaran Kali Pulo di Kelurahan Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Dia menyebut pelebaran sungai adalah satu-satunya cara untuk mengatasi banjir dan tanggul jebol di sana.

"Memang tidak ada pilihan lain, di tempat ini harus ada pelebaran," ujar Anies seusai meninjau tanggul jebol di Jatipadang, Rabu (20/12/2017) malam.
Anies tuduh '300 Kampong' Yang bakal tergusur. Ahok benar Tidak Ada Pilihan Lain! Dia Bohong lagi
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau tanggul yang jebol di RT 14 RW 06 Kelurahan Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (20/12/2017) malam.
Anies menyampaikan, lebar sungai saat ini hanya sekitar 2 meter. Kondisi kali terus menyempit karena banyak warga mendirikan bangunan di sana.

"Sungainya makin kecil, makin kecil, karena warga menempati, membangun di... betul-betul mengurangi lebar sungai," katanya.

Kali ini benarlah Ahok, bahwa gusur itu adalah peluang menyelamatkan dan disisi lain untuk menciptakan kebaikan bagi Ibu Kota. Nyatanya, Anies pun mengatakan hal yang sama saat Dia akan memanggil dan berbicara dengan warga yang tinggal di bibir sungai.

Dia akan menjelaskan aturan yang berlaku dan meminta pengertian warga bahwa rumah yang mereka dirikan di pinggir sungai membuat warga lain menderita sehingga harus dibongkar alias tergusur. Pesan ini sebagai isyarat Anies meminta warga yang tinggal di bibir sungai tidak hanya memikirkan diri mereka sendiri, tetapi juga seluruh warga di lingkungan mereka.

"Ini bukan sekadar ikut aturan soal peraturan, ini soal penderitaan. Pada tega enggak tetangga-tetangganya menderita karena lebarnya sungai itu dikurangi rumah-rumah warga sendiri," ucap Anies dikutip Kompas.com.

Menurut Anies, pelebaran sungai baru bisa dilakukan setelah musim hujan selesai. Sementara untuk jangka pendek, Anies akan terus menyiagakan petugas apabila tanggul di Jatipadang kembali jebol dan air kali meluap ke permukiman warga.

"Sesudah musim hujan ini kami akan perbaiki secara tuntas. Kami hanya bisa mengerjakan sesudah musim hujan selesai," kata Anies [klik].

Tanggul di Jatipadang beberapa kali jebol di titik yang berbeda. Terakhir, tanggul yang jebol berlokasi di RT 014 RW 006 karena tingginya volume air hujan, sementara lebar kali hanya sekitar 2 meter. Selain itu, di sekitar tanggul jebol juga ada jembatan yang menutup aliran air.
Artikel ini tanpa mengurangi rasa hormat atas Gubernur DKI, hanya sekedar napak tilas, seandainya etika dikedepankan dalam politik, mantan menteri mestinya memahami dinamika sosial. Tidak menghalalkan cara hanya demi kekuasaan, agama menjadi corong modal berkuasa? 
Tanggung jawab penulis, dari berbagai sumber. [embo]


No comments:

Post a Comment