Pernyataan bersama tersebut dikeluarkan oleh 57-anggota Organization of Islamic Cooperation, atau OKI, setelah bertemu di Istanbul, Turki.
No doubt, focus of yesterday’s Extraordinary Islamic Summit in #Istanbul was #Quds. But leaders put special emphasis on @UNRWA as well. Final Communique strongly urged all member states to increase their contributions to Agency so as to ease current financial problems. #refugees pic.twitter.com/vGr20D8Sc1— Turkey in Jerusalem (@TC_Kudus) 14 Desember 2017
Pernyataan bersama para pemimpin negara Muslim tersebut tujuannya untuk "menolak dan mengutuk dengan cara yang paling kuat" atas keputusan A.S., yang diumumkan pekan lalu oleh Presiden Donald Trump.
Pernyataan kelompok tersebut juga menyepakati "Yerusalem Timur sebagai ibu kota Negara Palestina." Ini mendesak semua negara "untuk mengakui Negara Palestina dan Yerusalem Timur sebagai ibukota yang diduduki."
Israel merebut Yerusalem timur pada tahun 1967 dan telah mengumumkan seluruh ibukota Yerusalem. Tapi ini tidak diakui secara internasional.
Orang-orang Palestina berusaha menciptakan negara mereka sendiri untuk memasukkan Tepi Barat, Jalur Gaza dan Yerusalem timur. Masa depan kota telah lama menjadi perselisihan besar dalam konflik Israel-Palestina.
![]() |
| Presiden Palestina Mahmoud Abbas membahas Konferensi Luar Biasa Organisasi Kerjasama Luar Negeri di Istanbul, 13 Desember 2017. |
"Kami tidak akan lagi menerima bahwa AS (AS) memiliki peran dalam proses politik mulai sekarang, "kata Abbas.
Dia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengambil alih upaya mediasi untuk proses perdamaian.
![]() |
| Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memberi isyarat saat menyampaikan pidatonya pada sesi pembukaan Konferensi Kerjasama Luar Biasa Organisasi Islam di Istanbul, Rabu, 13 Desember 2017 / (AP). |
Seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan pada hari Rabu bahwa Presiden Trump "tetap berkomitmen terhadap perdamaian seperti sebelumnya." Ketika ditanya tentang pernyataan terbaru, pejabat tersebut mengatakan bahwa retorika tersebut tidak mengejutkan dan "telah mencegah perdamaian selama bertahun-tahun."
Pejabat A.S. akan tetap "bekerja keras menyusun rencana kita, yang akan menguntungkan masyarakat Israel dan Palestina," pejabat tersebut menambahkan yang dilansir VOA Learning English.
![]() |
| Erdogan: Israel, meski ada resolusi, terus bertindak tanpa mendengarkan masyarakat internasional. Sejak tahun 1947 telah mengurangi wilayah Palestina. |
Keputusan A.S. juga menyebabkan terjadinya demonstrasi dan bentrokan di beberapa wilayah Palestina pekan lalu, serta demonstrasi di negara lain.
OIC summit in #Istanbul has rejected in strongest terms and declared null and void the decision of US administration regarding Al Quds Al Sharif.— Govt of Pakistan (@pid_gov) 14 Desember 2017
~Foreign Office Spokesperson Dr Muhammad Faisal #OICSummit pic.twitter.com/09X5PkzFh7
.[mk].





No comments:
Post a Comment