Eko Patrio : Saya men-support OKE OC, publik janganlah Kritik Program itu! - Indowordnews

Breaking

11 January 2018

Eko Patrio : Saya men-support OKE OC, publik janganlah Kritik Program itu!

Eko Patrio : Saya men-support OKE OC, publik janganlah Kritik Program itu!
Anggota DPR RI Eko Patrio.
Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) DKI Jakarta Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio meminta publik tidak mengkritik program One Kecamatan, One Center of Entrepreneurship (OK OCE).

Eko menyampaikan hal tersebut untuk menegaskan posisinya berada di jajaran pendukung Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno,

"Buat saya, kalau tiba-tiba ada kekurangan, justru harus diperbaiki. Kegiatan OK OCE ini jangan dimatikan atau jangan dikritisi," kata Eko usai bertemu Sandi di Balai Kota, Kamis (11/1).

Dilansir dari CNN Indonesia, solusi untuk program OK OCE, kata dia, adalah dengan peningkatan kapasitas dan pemahaman pelatihnya terhadap permasalahan yang ada.

Hal ini menanggapi sikap kritis anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Nur Afni Sajim yang menilai bahwa program pelatihan kewirausahaan OK OCE yang diselenggarakan oleh Dinas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) DKI tidak efektif menambah kemampuan teknis berwirausaha para peserta.

Nur Afni sendiri berasal dari Fraksi Partai Demokrat. Di DPRD DKI Jakarta, Demokrat dan PAN bergabung dalam satu fraksi, Fraksi Demokrat-PAN. Demokrat menyumbang 10 kursi, sementara PAN sebanyak dua kursi.

Sebelumnya, Nur Afni menyatakan, pelatihan tersebut aneh lantaran cuma ada pelatihan secara lisan tanpa praktik dari sang pelatih. Dia mengetahui hal tersebut karena mengaku selalu hadir dalam pelatihan OK OCE yang digelar di Jakarta Barat.

“Latihannya itu, Bank DKI cuma memaparkan, ‘Ini lho, saya punya pinjaman Rp5 juta sampai Rp50 juta dengan jaminan sertifikat rumah dengan bunga 13 persen’. Itu sama saja bohong,” ujar Afni.

Selain itu, Afni pun menilai hasil dari pelatihan OKE OCE kurang efektif menciptakan lapangan kerja karena Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) masih sulit mengeluarkan surat keterangan usaha bagi para pengusaha kecil menengah.

Atas dasar itu, menurut Afni, pelatihan OKE OCE tak siap. Dia menyebut, peserta pelatihan direkrut secara asal-asalan oleh lurah. Akibatnya, banyak peserta yang tidak mengerti pelatihan yang mereka ikuti.

Tak hanya itu, Afni pun membandingkan antara pelatihan OKE OCE dengan pelatihan kewirausahaan yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan Dinas Perindustrian dan Energi (Dinas PE). Menurutnya pelatihan dari dinas tersebut lebih teknis dan komprehensif.

“Saya bingung, (OKE OCE) ini pelatihan paling aneh yang pernah saya datangi. Kalau (pelatihan) Dinas Tenaga Kerja saya pernah datang, di sana melatih solder, merakit membenarkan HP, menjahit. Masuk akal,” kata Afni.

Menurut Eko, apa yang dikatakan Nur ini tidak mencerminkan sikap PAN. Mantan pelawak itu menegaskan, PAN tidak pernah berseberangan dengan kebijakan dan keputusan Anies-Sandi.

"Jadi, kalau kemarin-kemarin banyak nih teman-teman media, 'Ini kok kelihatannya PAN berseberangan dengan Anies-Sandi', dan sebagainya, sekarang saya tekankan, saya sebagai ketua DPW PAN DKI Jakarta, saya men-support," kata Eko.
Sandiaga Uno Ngakak

Sandiaga penasaran apakah Nur Afni yang dimaksud merupakan Nur Afni Sajim, anggota DPRD DKI Jakarta Komisi B yang merupakan eks pendukung pasangan Ahok-Djarot dan pernah menyebut OK OCE adalah program pelatihan cuap-cuap.

"Ini Bu Nur Afni yang (anggota fraksi) Demokrat itu, Pak?" tanya Sandiaga kepada Arief.

"Iya, Pak. Dia punya koperasi," ujar Arief.

"Dibantu ya, Pak. Supaya ini enggak cuap-cuap, he-he-he," ujar Sandiaga sambil tertawa terkekeh-kekeh (mengejek Ahokers), namun sama sekali tanpa bermaksud menghina malahan beliau terlihat senang karena para mantan pendukung Ahok kini malah sangat mendukung dan menikmati program-program Pemprov DKI, dikutip dari kompas.

Jika Nur Afni Sajim adalah Ahokers, sebenarnya wajar saja dia kritik program Sandi ini. Sebab para pendukung Anies Sandi ternyata bukan penikmat program, mereka adalah kelompok tahu bersih tanpa mau berusaha layaknya enterpreneur seperti Ibu Afni tersebut.

Anies Sandiagagers adalah para penikmat Tanah Abang yang doyan menikmati tempat usaha yang diberikan tanpa mau berusaha memulai dari nol.

Wajar saja Ahokers memahami seluk beluk program. Dalam kenyataannya, kritikan dari Nur Afni adalah fakta bahwa dia mengetahui prosedur dan mekanisme progam seperti apa. Bukan seperti para pendukung Anies Sandi yang akhirnya menjadi pemilih buta. Para Ahokers adalah melek wirausaha, bukan memilih lalu membiarkan Sandi menikmati kekuasaan.


Embo

No comments:

Post a Comment