![]() |
| Slamet Maarif di depan kantor Facebook. |
Melansir laporan detik.com (klik, baca), Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Maarif menyatakan pendapatnya bahwa ada pihak yang diuntungkan dari perseteruan La Nyalla Mattalitti dengan Gerindra-Prabowo. Slamet menilai rezim Jokowi diuntungkan.
Yang pastinya kekuasaan dimana hasil pilihan masyarakat Indonesia menginginkan kedamaian baik siapapun pemimpinnya.
Namun Slamet menggunakan prediksi ini dikaitkan kepada rezim Jokowi.
"Kini rezim Jokowi senang sekali dengan perseteruan ini. Tetaplah tenang dan istikamah menegakkan spirit 212, memperjuangkan Al-Maidah 51 dengan menjaga persatuan umat yang sudah terbina dalam 212," kata Slamet dalam pernyataan tertulis, Jumat (12/1/2018).
Slamet mengatakan, meski Alumni 212 kecewa terhadap PKS-PAN-Gerindra yang menolak calon-calon kepala daerah rekomendasi para ulama, kekecewaan itu harus disikapi dengan bijak. Jika kekecewaan itu dibiarkan berlarut-larut, dia khawatir umat mengalami kerugian.
"Dengan arahan ulama dan imam kita, insyaallah dalam Mukernas akhir Januari ini akan diambil keputusan resmi PA 212," ujar Slamet.
Publik sudah tidak bodoh lagi. Alumni 212 jelas diperalat atau mereka sebaliknya memboncengi dirinya lewat partai yang sengaja membuat sumbu picu. Ya kelompok kalianlah yang paling potensial diajak dalam agenda politisasi agama.
Intinya, pemerintah bergerak baik dalam bidangnya demi keutuhan NKRI. Tidak ada hal yang rumit dan istimewa, namun keistimewaannya jelas bagi periode kemajuan bangsa itu sendiri, yang mana negeri ini sudah jauh tertinggal dari bangsa lain sementara oknum-oknum yang diperalat berkoar koar hanya kepada masalah yang tidak prinsip.
Gerbang II periode adalah keniscayaan yang patut ditunggu bagi revolusi mental berkelanjutan.
Embo
Pendidikan Positif ala Gusdur

No comments:
Post a Comment