Pengacara sekaligus penasihat Alumni Presedium 212, Eggi Sudjana yang ikut aksi 12-1 di kantor Facebook Indonesia, gedung Capital Place, Jakarta, Jumat (12/1/2018).
Jadi ingat soodara! Front Pembela Islam dan aksi bernama Umat Islam lewat 212, misalnya, Slamet Maarif menyatakan bahwa mendukung sepenuhnya upaya boikot produk Amerika Serikat. Pernyataan ini menanggapi sikap Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Slamet menilai, upaya boikot penting untuk memberi efek jera pada AS bahwa pertumbuhan ekonomi di negeri paman sam itu juga banyak dipengaruhi oleh umat Islam di Indonesia.
“Kasih pelajaran ke AS biar sadar bahwa ekonomi AS juga dipengaruhi umat muslim,” ujar Slamet melalui pesan singkat dikutip dari CNNIndonesia.com, Jumat (8/12).
Namun anehnya justeru pihak-pihak tersebut getol menuntut facebook (perusahaan internet media sosial dari Amerika Serikat) untuk menemuinya dalam pengembalian akun yang telah jadi ladang penggemar. Peserta aksi 12-1 yang menamanakan dirinya "Aliansi Tolak Kezhaliman Facebook" juga turut mencurigai keterkaitan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) atas penutupan beberapa akun Facebook milik umat Islam.
"Ini ada kaitannya dengan badan siber (BSSN) yang baru diresmikan Jokowi (Presiden Indonesia), nanti kita lihat," ujar Pengacara sekaligus penasihat Alumni Presedium 212, Eggi Sudjana yang ikut aksi 12-1 di kantor Facebook Indonesia, gedung Capital Place, Jakarta, Jumat (12/1/2018).
Eggi bersama peserta aksi 12-1 kecewa karena tidak dapat menemui perwakilan Facebook Indonesia, dimana seluruh pegawainya diliburkan hari ini.
"Badan sandi (BSSN) berkoordinasi dengan pemerintah, apakah kita curigai disini, apakah ada koordinasi, sehingga kami akunnya ditutup, pertanyakan itu ke BSSN," ujar Eggi.
Jika benar ada koordinasi BSSN dengan pihak Facebook, maka Eggi menilai pemerintah telah melakukan penzhaliman kepada rakyatnya.
"Kalau sampai ada koordinasi keterlaluan sekali, berarti negara telah menzhalimi rakyatnya sendiri," ucap Eggi.
Diketahui, beberapa akun Facebook yang diblokir di antaranya :
1. Al Habib Muhammad Rizieq Syihab Lc, MA, DPMSS
2. Front Pembela Islam FPI (www.facebook.com/FPFI1)
3. Kegiatan FPI (www.facebook.com/KegiatanFPIYangSebenarnya)
4. FPI Cinta Muslim Rohingya
5. FPI Cinta Palestina
6. DPD FPI DKI Jakarta
7. Aksi Kemanusiaan
8. Umat Islam Bersatu Dukung FPI
9. Garda NKRI
10. Islam Banteng Pancasila, dan lain-lainnya.
Jadi, antara boikot dan ingin pengembalian akun facebook, adalah dilema 'gagal focus' zaman now, yang antara mulut 'boikot Amerika' dengan melawan sebuah sandi siber dunia maya tak bisa dibedakan.
Produk Amerika itu tidak hanya makanan-minuman. Bahkan surfing dan paket data serta searching internet dan bermedsos ria, apalagi buat live streaming dan posting ujaran, adalah Amerika itu sendiri. Jadi Amerika itu tepat berada di depan hidung kita semua.
Tak lama Facebook bakal digugat minta bayar ganti kerugian atas hilangnya akun-akun karena pihak Facebook disalahkan.
Oleh karenanya, antara mulut dan pemahaman semacam ini, membuat semua jadi gagal paham, ibarat kata "Gajah dipelupuk mata tak kelihatan, semut diseberang kelihatan, atau "Seperti ayam beranak itik, artinya: Orang yang kuno yang hidup dijaman modern; tak dapat mengikuti/menyesuaikan diri dengan kehidupan dan tindak tanduknya, akhirnya mengikuti trend, ngambek disaat dicuekin, galau karena tidak di read. Semua orang dianggap salah.
Saran terburuknya ialah bikin acccount baru yang lama biarlah tenggelam...
Entah, Apa dipikiran Sumbu 212 atau 12.1 !!! Boikot ya boikot, dan jangan pernah berpaling...
_Embo
Jadi ingat soodara! Front Pembela Islam dan aksi bernama Umat Islam lewat 212, misalnya, Slamet Maarif menyatakan bahwa mendukung sepenuhnya upaya boikot produk Amerika Serikat. Pernyataan ini menanggapi sikap Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Slamet menilai, upaya boikot penting untuk memberi efek jera pada AS bahwa pertumbuhan ekonomi di negeri paman sam itu juga banyak dipengaruhi oleh umat Islam di Indonesia.
“Kasih pelajaran ke AS biar sadar bahwa ekonomi AS juga dipengaruhi umat muslim,” ujar Slamet melalui pesan singkat dikutip dari CNNIndonesia.com, Jumat (8/12).
Namun anehnya justeru pihak-pihak tersebut getol menuntut facebook (perusahaan internet media sosial dari Amerika Serikat) untuk menemuinya dalam pengembalian akun yang telah jadi ladang penggemar. Peserta aksi 12-1 yang menamanakan dirinya "Aliansi Tolak Kezhaliman Facebook" juga turut mencurigai keterkaitan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) atas penutupan beberapa akun Facebook milik umat Islam.
"Ini ada kaitannya dengan badan siber (BSSN) yang baru diresmikan Jokowi (Presiden Indonesia), nanti kita lihat," ujar Pengacara sekaligus penasihat Alumni Presedium 212, Eggi Sudjana yang ikut aksi 12-1 di kantor Facebook Indonesia, gedung Capital Place, Jakarta, Jumat (12/1/2018).
Eggi bersama peserta aksi 12-1 kecewa karena tidak dapat menemui perwakilan Facebook Indonesia, dimana seluruh pegawainya diliburkan hari ini.
"Badan sandi (BSSN) berkoordinasi dengan pemerintah, apakah kita curigai disini, apakah ada koordinasi, sehingga kami akunnya ditutup, pertanyakan itu ke BSSN," ujar Eggi.
Jika benar ada koordinasi BSSN dengan pihak Facebook, maka Eggi menilai pemerintah telah melakukan penzhaliman kepada rakyatnya.
"Kalau sampai ada koordinasi keterlaluan sekali, berarti negara telah menzhalimi rakyatnya sendiri," ucap Eggi.
Diketahui, beberapa akun Facebook yang diblokir di antaranya :
1. Al Habib Muhammad Rizieq Syihab Lc, MA, DPMSS
2. Front Pembela Islam FPI (www.facebook.com/FPFI1)
3. Kegiatan FPI (www.facebook.com/KegiatanFPIYangSebenarnya)
4. FPI Cinta Muslim Rohingya
5. FPI Cinta Palestina
6. DPD FPI DKI Jakarta
7. Aksi Kemanusiaan
8. Umat Islam Bersatu Dukung FPI
9. Garda NKRI
10. Islam Banteng Pancasila, dan lain-lainnya.
Jadi, antara boikot dan ingin pengembalian akun facebook, adalah dilema 'gagal focus' zaman now, yang antara mulut 'boikot Amerika' dengan melawan sebuah sandi siber dunia maya tak bisa dibedakan.
Produk Amerika itu tidak hanya makanan-minuman. Bahkan surfing dan paket data serta searching internet dan bermedsos ria, apalagi buat live streaming dan posting ujaran, adalah Amerika itu sendiri. Jadi Amerika itu tepat berada di depan hidung kita semua.
Tak lama Facebook bakal digugat minta bayar ganti kerugian atas hilangnya akun-akun karena pihak Facebook disalahkan.
Oleh karenanya, antara mulut dan pemahaman semacam ini, membuat semua jadi gagal paham, ibarat kata "Gajah dipelupuk mata tak kelihatan, semut diseberang kelihatan, atau "Seperti ayam beranak itik, artinya: Orang yang kuno yang hidup dijaman modern; tak dapat mengikuti/menyesuaikan diri dengan kehidupan dan tindak tanduknya, akhirnya mengikuti trend, ngambek disaat dicuekin, galau karena tidak di read. Semua orang dianggap salah.
Saran terburuknya ialah bikin acccount baru yang lama biarlah tenggelam...
Entah, Apa dipikiran Sumbu 212 atau 12.1 !!! Boikot ya boikot, dan jangan pernah berpaling...
_Embo

No comments:
Post a Comment