Bongkar si Kuning, PMII UI kritik 'Aksi Zaadit, Aksi Pesanan!' - Indowordnews

Breaking

04 February 2018

Bongkar si Kuning, PMII UI kritik 'Aksi Zaadit, Aksi Pesanan!'

Bongkar si Kuning, PMII UI kritik 'Aksi Zaadit, Aksi Pesanan!
Sebagai bentuk kritik atas inisiden kartu kuning oleh Ketua BEM UI ke Jokowi, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Universitas Indonesia (PMII-UI) melakukan aksi penggalangan donasi untuk penderita gizi buruk suku Asmat di Papua.

Dilansir dari Wartakota, penggalangan dana dilakukan di Balairung UI, Depok, bersamaan dengan acara wisuda Universitas Indonesia (UI), Sabtu (3/2/2018).

Selain itu PMII UI juga menggalang dukungan untuk gizi buruk melalui tanda tangan dan penulisan harapan para pengunjung di acara wisuda UI.

"Hal ini juga merupakan kritik PMII UI kepada gerakan mahasiswa yang hanya gencar menuntut saja. Sangat penting adanya transformasi gerakan mahasiswa yang mengedepankan manfaat secara langsung ke masyarakat, tidak lagi hanya beretorika belaka," kata Ketua PMII UI Ahmad Luthfi kepada Warta Kota, Sabtu.

Selain itu, kata Luthfi, PMII UI juga mendorong pemerintah untuk terus merealisasikan program-program yang berorientasi pada pengentasan kemiskinan.

"Aksi ini juga merupakan bentuk kritik cerdas PMII UI kepada pemerintah," kata Luthfi.

Menurutnya antusia para pengunjung dalam memberikan donasi dan menuliskan harapan dan membubuhkan tanda tangannya di kain kuning yang tersedia, cukup tinggi.

"Hal ini merupakan bentuk kepedulian kongkrit PMII UI atas masalah Gizi Buruk yang terjadi di Papua. Rencananya, donasi yang terkumpul ini akan disalurkan melalui Lembaga Amil Zakat Nahdlatul Ulama (LAZISNU)," kata Luthfi.

"Sebagai organ gerakan dan agen perubahaan, sudah seyogianya mahasiswa memberikan aksi nyata dan tidak hanya berorasi menuntut pemerintah saja," kata Luthfi.

Ia menjelaskan PMII UI telah mengadakan Focus Group discussion (FGD) dengan Ikatan Mahasiswa Papua Universitas Indonesia (IMAPA UI) pada 25 Desember 2017 terkait masalah-masalah yang terjadi di Papua.

"PMII UI sangat concern untuk turun langsung membantu saudara-saudara di Papua. Sesuai dengan visi membela kaum mustadz’afin atau masyarakat yang lemah, PMII UI terlibat secara aktif dalam isu-isu sosial yang terjadi," katanya.

Beberapa aksi sosial PMII di UI antara lain penggalangan donasi untuk Palestina dan bantuan korban bencana alam ke berbagai daerah di Indonesia.

Sebelumnya Luthfi mewakili Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Universitas Indonesia (PMII-UI) mengecam keras aksi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI Zaadit Taqwa yang mengacungkan kartu kuning ke arah Presiden Jokowi dalam dies natalis ke-68 Universitas Indonesia, di Balairung UI, Depok, Jumat (2/2/2018).

Menurut Luthfi aksi Zaadit sangat memalukan dan menjatuhkan martabat UI.

"Aksinya itu kami rasakan telah menjatuhkan kehormatan UI. Selain itu apa yang dia (Zaadit-Red) lakukan, juga telah menggadaikan marwahnya sebagai Ketua BEM UI," kata Luthfi kepada Warta Kota, Jumat (2/2/2018).
Bongkar si Kuning, PMII UI kritik 'Aksi Zaadit, Aksi Pesanan!'
Oknum dari elemen UI yang kerap bernada nyinyir politis tak jelas. 
Bahkan kata Luthfi apa yang dilakukan Ketua BEM UI tersebut terindikasi kuat adalah pesanan dari kelompok tertentu yang selama ini mendiskreditkan kepemimpinan Jokowi.

"Indikasinya Ketua Bem UI ini jadi perpanjangan tangannya kelompok tertentu itu. Tuntutan yang diajukan BEM UI, seperti isu gizi buruk di Papua dan PLT gubernur sangat politis. Indikasinya jelas ini isu pesanan," kata Luthfi.

Menurut Luthfi banyak kelompok dan organisasi mahasiswa di UI yang tidak sepakat dengan BEM UI dan menolak serta mengecam aksi Ketua BEM UI kepada Presiden Jokowi dalam acara dies natalis UI, Jumat pagi tadi.
Seperti diketahui Kehadiran Presiden Joko Widodo dalam dies natalis ke-68 Universitas Indonesia, di Balairung UI, Jumat (2/2/2018). Jokowi hadir pada Dies Natalis ke-68 Universitas Indonesia di Balairung Kampus UI di Depok, disertai beberapa menteri Kabinet Kerja. Di antaranya ada Darmin Nasution, Puan Maharani, Sri Mulyani Indrawati, Bambang Brojonegoro dan Sofyan Djalil. Saya menyebut nama-nama menteri ini karena mereka adalah alumnus Universitas Indonesia yang membantu saya di kabinet -- selain Nila Moeloek yang tak ikut hadir.

Dengan enam alumnus ini, UI adalah penyumbang terbanyak menteri-menteri di Kabinet Kerja. Acara ini diwarnai insiden unik. Jokowi dikartu kuningkan oleh Ketua BEM UI 2018 Zaadit Taqwa yang duduk di barisan depan acara.

Sebagai bentuk kritik atas inisiden kartu kuning oleh Ketua BEM UI ke Jokowi, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Universitas Indonesia (PMII-UI) melakukan aksi penggalangan donasi untuk penderita gizi buruk suku Asmat di Papua.

Dilansir dari Wartakota, penggalangan dana dilakukan di Balairung UI, Depok, bersamaan dengan acara wisuda Universitas Indonesia (UI), Sabtu (3/2/2018).

Selain itu PMII UI juga menggalang dukungan untuk gizi buruk melalui tanda tangan dan penulisan harapan para pengunjung di acara wisuda UI.

"Hal ini juga merupakan kritik PMII UI kepada gerakan mahasiswa yang hanya gencar menuntut saja. Sangat penting adanya transformasi gerakan mahasiswa yang mengedepankan manfaat secara langsung ke masyarakat, tidak lagi hanya beretorika belaka," kata Ketua PMII UI Ahmad Luthfi kepada Warta Kota, Sabtu.

Selain itu, kata Luthfi, PMII UI juga mendorong pemerintah untuk terus merealisasikan program-program yang berorientasi pada pengentasan kemiskinan.

"Aksi ini juga merupakan bentuk kritik cerdas PMII UI kepada pemerintah," kata Luthfi.

Menurutnya antusia para pengunjung dalam memberikan donasi dan menuliskan harapan dan membubuhkan tanda tangannya di kain kuning yang tersedia, cukup tinggi.

"Hal ini merupakan bentuk kepedulian kongkrit PMII UI atas masalah Gizi Buruk yang terjadi di Papua. Rencananya, donasi yang terkumpul ini akan disalurkan melalui Lembaga Amil Zakat Nahdlatul Ulama (LAZISNU)," kata Luthfi.

"Sebagai organ gerakan dan agen perubahaan, sudah seyogianya mahasiswa memberikan aksi nyata dan tidak hanya berorasi menuntut pemerintah saja," kata Luthfi.

Ia menjelaskan PMII UI telah mengadakan Focus Group discussion (FGD) dengan Ikatan Mahasiswa Papua Universitas Indonesia (IMAPA UI) pada 25 Desember 2017 terkait masalah-masalah yang terjadi di Papua.

"PMII UI sangat concern untuk turun langsung membantu saudara-saudara di Papua. Sesuai dengan visi membela kaum mustadz’afin atau masyarakat yang lemah, PMII UI terlibat secara aktif dalam isu-isu sosial yang terjadi," katanya.

Beberapa aksi sosial PMII di UI antara lain penggalangan donasi untuk Palestina dan bantuan korban bencana alam ke berbagai daerah di Indonesia.

Sebelumnya Luthfi mewakili Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Universitas Indonesia (PMII-UI) mengecam keras aksi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI Zaadit Taqwa yang mengacungkan kartu kuning ke arah Presiden Jokowi dalam dies natalis ke-68 Universitas Indonesia, di Balairung UI, Depok, Jumat (2/2/2018).

Menurut Luthfi aksi Zaadit sangat memalukan dan menjatuhkan martabat UI.

"Aksinya itu kami rasakan telah menjatuhkan kehormatan UI. Selain itu apa yang dia (Zaadit-Red) lakukan, juga telah menggadaikan marwahnya sebagai Ketua BEM UI," kata Luthfi kepada Warta Kota, Jumat (2/2/2018).

Bahkan kata Luthfi apa yang dilakukan Ketua BEM UI tersebut terindikasi kuat adalah pesanan dari kelompok tertentu yang selama ini mendiskreditkan kepemimpinan Jokowi.

"Indikasinya Ketua Bem UI ini jadi perpanjangan tangannya kelompok tertentu itu. Tuntutan yang diajukan BEM UI, seperti isu gizi buruk di Papua dan PLT gubernur sangat politis. Indikasinya jelas ini isu pesanan," kata Luthfi.

Menurut Luthfi banyak kelompok dan organisasi mahasiswa di UI yang tidak sepakat dengan BEM UI dan menolak serta mengecam aksi Ketua BEM UI kepada Presiden Jokowi dalam acara dies natalis UI, Jumat pagi tadi.
Pada foto diatas merupakan postingan laman facebook Presiden Joko Widodo. Pada 16 Januari lalu, pemerintah mengirimkan 39 tenaga kesehatan bersama TNI dan Polri ke Kabupaten Asmat, Papua. Mereka bahu-membahu dengan pemerintah setempat dan sukarelawan lembaga-lembaga kemanusiaan, untuk membantu warga Asmat yang menghadapi kejadian luar biasa campak dan gizi buruk.

Tapi itu solusi jangka pendek, sementara masalah di Asmat ini terjadi setiap tahun. Harus ada solusi jangka menengah dan panjang. Itu pula yang saya bahas bersama Gubernur Papua Lukas Enembe, Bupati Asmat Elisa Kambu, dan Wakil Bupati Nduga Wentius Nimiangge yang saya panggil ke Istana Bogor, pada Selasa 23 Januari lalu.

Seperti diketahui Kehadiran Presiden Joko Widodo dalam dies natalis ke-68 Universitas Indonesia, di Balairung UI, Jumat (2/2/2018) diwarnai insiden unik.

Jokowi dikartu kuningkan oleh Ketua BEM UI 2018 Zaadit Taqwa yang duduk di barisan depan acara.
Di pihak Pengamat politik, Donny Gahral Adian menyoroti aksi 'kartu kuning' yang dilakukan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) Zaadit Taqwa terhadap Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Kampus UI, Depok, pada Jumat, 2 Februari lalu.

Menurutnya, dikutip dari tribunnews aksi yang dilakukan saat momen acara Dies Natalies UI itu berlangsung, tidak hanya merupakan 'aksi moral' saja.

"Aksi Ketua BEM UI yang memberi kartu kuning terhadap Jokowi, bukan semata aksi moral belaka," ujar Donny, Minggu (4/1/2018).


Embo&Edy./iwn.

No comments:

Post a Comment