Ketua BEM UGM ini sebut Amien Rais "Penuh kemunafikan, Bung"! Ternyata Mbah Masuk Lingkungan Bermasalah - Indowordnews

Breaking

09 February 2018

Ketua BEM UGM ini sebut Amien Rais "Penuh kemunafikan, Bung"! Ternyata Mbah Masuk Lingkungan Bermasalah

Ketua BEM UGM ini sebut Amien Rais "Penuh kemunafikan, Bung"! Ternyata Mbah Masuk Lingkungan Bermasalah
Obed Kresna (instagram.com/obedkresna) & Amien Rais. Ilustrasi
Sejak Bupati Asmat, Elisa Kambu, merilis surat pencabutan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak di Asmat, Senin (5/2/2018).

Dalam surat resmi itu Elisa menyatakan mencabut status KLB yang terjadi di Asmat. Hal ini berdasarkan laporan perkembangan tindakan medis dari beberapa tim medis yang menyatakan Asmat telah ditangani dengan baik. 


Kemudian, para pimpinan BEM di 5 Universitas mendapatkan kesempatan berorasi untuk menyampaikan 'keresahan' mereka terhadap persoalan bangsa ini termasuk masalah gizi di Kabupaten Asmat, Papua juga disinggung. 


Selain itu, mereka juga diajak berdialog dengan para tokoh politik nasional yang sebelumnya pernah menjadi aktivis mahasiswa di Acara Najwa Shihab Trans 7, Rabu Malam (7/2/2018). 

Acara Najwa Shihab mengupas terkait kehebohan saat Presiden Jokowi hadir berpidato di acara Dies Natalis ke-68 UI, tiba-tiba Ketua BEM UI, Zaadit Taqwa meniup peluit di acara Dies Natalis yang rencananya dilanjutkan ke acara peresmian Forum Kebangsaan UI‎ di Balairung UI.  Zaadith turut dihadirkan dalam acara talkshow populer tersebut.
Ketua BEM UGM ini sebut Amien Rais "Penuh kemunafikan, Bung"! Ternyata Mbah Masuk Lingkungan Bermasalah
Namun, bukan Zaadith Taqwa yang menjadi perhatian setelah itu. Salah satu BEM UGM justeru yang menarik perhatian publik adalah Obed Kresna Widyapratistha. Presiden Mahasiswa Unitersitas Gajah Mada (UGM) ini membahas soal permasalahan pendidikan di Indonesia yang belum terselesaikan menjadi argumen terbaiknya di acara Mata Najwa.
Youtube: Ketua BEM UGM, Obed Kresna bersama Najwa Shihab, Kartu Kuning Jokowi: Awas Mahasiswa Ditunggangi Kepentingan Politik!
Obed Kresna Widyapratistha adalah mahasiswa dari Fakultas Isipol UGM, angkatan tahun 2014. Ia juga merupakan anggota Korps Mahasiswa Politik dan Pemerintahan (KOMAP) UGM. Selain itu, ternyata Obed juga aktif menulis.

Banyak artikel yang Obed tulis di blog khusus miliknya. Tulisan-tulisan itu ia buat bertepatan saat Pemilihan Presiden 2014 lalu. 
Sebuah artikel menarik dari beberapa tulisan itu, Obed mengungkapkan kalau dia lebih memilih Jokowi ketimbang Prabowo dan mengatakan alasannya tak memilih Prabowo. 

Salah satu alasannya itu cukup menggelitik, katanya 'lingkungan itu sekarang berisi mereka yang selama ini memang bermasalah. Dan PAN sebagai partai yang diisi pak Amien Rais, juaranya pemecah belah bangsa'. Full of hypocrisy, dude (penuh kemunafikan). Hehehe..

Sontak tulisan itu sangat menohok, yang ternyata Mbah Mien termasuk individu dalam Golongan Lingkungan Bermasalah"....Jadi, ternyata almamaternya sendiri malah memberikan KARTU MERAH buat Mbah Mien ...


Jauh sebelumnya ternyata Mbah Mien sudah dianggap bermasalah dan penuh kemunafikan. Tak hanya gaung  politik 2014 - sekarang itu Mbah Mien tetap bagai drakula yang tetap ngotot Nyinyir, dan berpihak pada kubu oposan. Tetapi tabiatnya sejak awal yang doyan menggertak, membuat greget 'gigi graham' siapapun jika ia saat ini berorasi itu, akhirnya diketahui, Mbah Mien punya sikap munafik dari lingkungannya berasal. 


Saat ini, Dia kerap menggoyang, naik panggung sejak aksi golongan Sableng 212 lewat demo berjilid-jilid bak angka togel sejak 2016 lalu. Walau Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok sebagai target, namun tujuannya juga tak main-main, selain itu bermaksud ingin menjatuhkan Jokowi. Konon, ingin mengulang sejarah reformasi...

Berikut ini kutipan lengkap tulisan Obed (Ketua BEM UGM sekarang) tak memilih Prabowo, dan mengakui kemunafikan Amien Rais
, yang dilansir dari obedkresna.wordpress.com, berjudul Gak Mau Jadi Macan :
Ketua BEM UGM ini sebut Amien Rais "Penuh kemunafikan, Bung"! Ternyata Mbah Masuk Lingkungan Bermasalah
Image by Wandy K / @wandyk24
“Yang dibutuhkan Indonesia, jujur sederhana dan bekerja….” Alunan suara adikku saat mengikuti lagu kempanye milik Kill The DJ. 

Yap… Tahun ini memang tahun yang beda. Semua orang –tanpa pandang umur- merasakan gairah politik yang luar biasa.Beruntung sekali karena tahun ini aku juga sudah bisa ikut mencoblos.


Lebih beruntung lagi karena aku dihadapkan pada pilihan yang sangat mudah. Pertama, karena pilihannya hanya ada dua calon pasangan. Kedua, perbedaan kedua pasangan sangatlah kontras.


Banyak hal yang menjauhkanku dari pilihan untuk memilih Prabowo. Dan aku tidak ingin menyesal dikemudian hari dengan memilihnya.


Pertama, koalisi tranksaksional yang mereka lakukan akan mengakibatkan dampak berbahaya jika Prabowo menang. Pasti banyak kursi menteri dan jabatan strategis lainnya yang sudah dipesan oleh partai koalisinya. Pemilihan menteri bukan karena kompetensi, tapi karena balas budi. Hasilnya? Kerja tak optimal. Indonesia kita tidak akan pernah menjadi lebih baik.


Lagipula, lingkungan dia sekarang berisi mereka yang selama ini memang bermasalah.

PKS (partai yang sangat religius)dengan kasus korupsi sapinya. PPP dengan bapak Suryadhrama Ali yang statusnya sih tersangka kasus korupsi, tapi kok tetep bebas. Dan PAN yang berisi pak Amien Rais, juara pemecah belah bangsa.

Full of hypocrisy, dude. Hehehe.


Ada juga Golkar dengan Bung Ical.

Khusus nama di atas, aku memang akan selalu memilih untuk berada di seberangnya. Dan aku mengajak kalian untuk ikut.

Ingatkah tentang kasus lumpur lapindo? Berapa banyak warga disana yang menderita karena lumpur itu? Ribuan. Mereka masih menunggu ganti rugi yang sepadan untuk menyambung hidup, tapi pihak yang harusnya bertanggung jawab malah membuang banyak uang untuk kampanye bertahun – tahun yang pada akhirnya percuma. Betapa jahatnya.


Negara kita berdasarkan Pancasila, dan bukan negara yang mendasarkan aturannya ke satu golongan saja, entah itu mayoritas atau minoritas, sama saja.


Jadi ayolah, kita tersadar untuk meninggalkan mereka yang mengancam harta paling berharga milik Indonesia, kehidupan damai dalam keberagaman.

~~
Sebenarnya, dengan pilihan calon hanya dua, tanpa melihat lebih dalam tentang calon lainnya pun, dengan factor – factor seperti diatas, kita sudah menemukan pilihan yang tepat.
~~
Aku yakin, Jokowi bukanlah orang yang sempurna. Dia juga bukan pangeran midas yang saat menyentuh sesuatu langsung bisa merubah benda itu seketika menjadi emas. Tapi, dia adalah sosok pemimpin yang sangat sulit ditemukan di sistem pemerintahan Indonesia saat ini. Dan, kini dia tersedia untuk dipilih menjadi pemimpin kita semua.

Latar belakang bersih, konsep yang jelas, dan punya banyak terobosan, mau bekerja dan punya semangat untuk bekerja bersama dengan rakyat, jujur, tegas dalam menjunjung tinggi aturan, dan tentu saja, mau untuk mendapatkan kritikan dari rakyat yang memilihnya.


Kita butuh pemimpin yang mau mendengar, bukan pemimpin yang banyak beretorika agar didengar.

~~
Barangkali banyak yang sudah memberikan opini yang (mungkin) sama persis dengan apa yang aku tulis di sini. Tapi ya memang itu realitasnya. Kita semua mempunyai alasan, tujuan, dan harapan yang sama untuk mendukung dan memilih Jokowi.

And waiittt.. Aku cuma pengen menyampaikan beberapa hal….

Aku ingin Indonesia penuh keberagaman, bukan keseragaman.
Aku ingin Indonesiaku maju ke depan, bukannya kembali ke masa lalu yang penuh ketakutan.
Aku mau Indonesiaku bisa menjadi kawan yang disegani oleh negara lain, bukan menjadi macan yang ditakuti oleh negara lain.

Oleh karena itu…


Aku ingin pemimpin yang memberikan harapan, bukan mengembalikan ke kenangan jaman yang kelam.

Aku ingin punya presiden yang bisa membimbing dan mengajari, bukan presiden yang sekedar menyuapi.
Aku ingin punya presiden yang bisa mengajak semua rakyat untuk berkolaborasi, bukan presiden yang hanya bisa memberi instruksi.
Aku ingin pemimpin yang jujur, bukan pemimpin yang maunya selalu mujur.
Aku ingin pemimpin yang siap memberantas korupsi, bukan pemimpin yang lemah karena teman – temannya banyak korupsi.
Aku ingin punya pemimpin yang mempunyai track record bagus yang bisa dibanggakan kepada negara lain, bukannya pemimpin yang pergi untuk bersembunyi ke negara lain.
Aku ingin punya presiden yang bekerja dengan hati, bukan presiden yang selalu ingin ditakuti.
Aku ingin presiden yang punya konsep jelas untuk menjalankan visi misinya, bukan presiden yang sekedar memberikan mimpi yang bikin rakyat terlena.

Aku memilih presiden yang punya banyak bukti, bukan presiden yang punya timbunan ambisi.


Aku memilih untuk sebuah harapan, harapan untuk Indonesia Hebat!


Dan semua keinginanku itu ada dalam diri Jokowi.


Ini adalah masalah moral. Masalah hati nurani. Pilih dengan moral dan hati nurani.


So, I stand firmly on the right side


“Pertiwi menangis berdoa, Jokowi harapannya!” Ah adekku tak melanjutkan nyanyiannya lagi. Dia mengantuk.


Salam2jari


Obedkresna W.

----------

[Embo].

No comments:

Post a Comment