Menyikapi kejadian kekerasan terhadap oknum pemuka agama belakangan ini berupa, pemukulan, pembacokan hingga serangan menggunakan senjata tajam terhadap para umat keagamaan yang sedang menjalankan peribadahannya.
Kekerasan terakhir terjadi pada Minggu kemarin, 11 Februari 2018 terhadap pastur Romo Edmund Prier beserta jemaatnya dan petugas polisi di Gereja St. Lidwina Bedog, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Sebelum itu, kasus penyerangan terhadap tokoh agama, yang membuat publik geram atas tragedi KH Umar Basri (60), Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat dianiaya oleh orang tidak dikenal di dalam masjid. Belakangan diketahui, pelaku penyerangan (penganiayaan) tersebut setelah ditangkap polisi ternyata memiliki gangguan jiwa.
Selanjutnya, tanggal 1 Februari 2018, Komandan Brigade PP PERSIS HR Prawoto diserang di Blok Sawah, Kelurahan Cigondewah Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat. Kekerasan juga sempat terjadi kepada Biksu Mulyanto Nurhalim dan pengikutnya di Desa Caringin, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten pada 7 Februari 2018.
Keempat peristiwa tersebut langsung mendapat respon, membuka mata publik awal 2018 ini. Termasuk, yang tak mau ketinggalan, acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang ditayangkan TVOne, Selasa 13 Februari 2018 malam, langsung mengusung tema ‘Teror Ke Pemuka Agama: Adakah Dalangnya?’, menjadi tema sentral.
Tema ini diangkat mengingat maraknya aksi kekerasan yang dialami tokoh-tokoh agama tersebut di tempat ibadah oleh seseorang yang tak dikenal dan berkepribadian normal atau labil, akhirnya digambarkan dalam TalkShow tersebut.
Sejumlah narasumber dihadirkan di acara ini. Salah satunya adalah Wakil Sekjen MUI, KH Tengku Zulkarnain yang kerap tanpa tedeng aling-aling secara datar mengungkap fakta dan gejala secara kontroversial, sehingga memantik kekeliruan yang tak sesuai fakta dan realitasnya.
Misalnya, yang menjadi trending topik, adanya salah satu pernyataan Tengku Zulkarnain yang oleh netizen dianggap tidak valid, terkait pernyataannya mengenai data yang dibacakannya soal pembakaran masjid di Kampung Brandan.
Yang diberitakan medan.tribunnews.com, dilansir dari jurnalindonesia.co.id, berita itu sebenarnya terkait kasus api yang melalap lima rumah toko, tepatnya di Jalan Mesjid, Kelurahan Brandan Timur, Kecamatan Babalan, Langkat, Sumatera Utara. Kok jadi isu pembakaran masjid ya?
“Menyikapi masalah akhir-akhir ini, saya ingin mengungkapkan pendapat dari Ketua Dewan Pertimbangan Masjelis Ulama Indonesia (MUI), Bapak Prof. Dr. Din Syamsuddin,” kata Tengku mengawali pembicaraannya.
Menurutnya, kejadian ini adalah skenario sistemik.
“Jadi ada skenario, tidak mungkin by accident, ini by desaign” kata Tengku.
Dia menilai, tidak mungkin orang gila bermunculan secara serentak seperti jamur di musim hujan.
Kedua, sistemik. Alasannya, lantaran kejadian ini meluas dan mengincar orang-orang tertentu saja.
Tujuannya, kata Tengku, untuk menyebarkan rasa takut di tengah golongan orang-orang beragama. Dan juga untuk menimbulkan pertentangan antar umat beragama.
Dalam kesempatan itu, Tengku menyebutkan sejumlah peristiwa pembakaran masjid di beberapa tempat di Indonesia. Antara lain di Tapanuli Utara, Sumatera Utara, yang menimpa Masjid Sabilillah. Kemudian 2 masjid di Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, yaitu Masjid Annur dan Attaqwa. Tengku mengatakan, sebuah masjid di dekat Pangkalan Brandan, Sumatera Utara yang juga dibakar oleh orang tak dikenal.
Pembakaran masjid di Pangkalan Brandan itulah yang dipermasalahkan netizen melalui Twitter. Seorang Netizen bernama Thomi Zayn Altair menyatakan, data yang diungkapkan Tengku tersebut tidak valid.
Thomi yang mengaku sebagai warga Pangkalan Brandan, tidak pernah melihat sekali pun peristiwa pembakaran masjid di wilayah tempat tinggalnya itu.
Berikut pernyataan lengkap Wasekjen MUI KH Tengku Zulkarnain di acara tersebut :
Para netizen juga turut menimpali fakta trending itu. Sebut saja akun twitter bernama @narkosun (netizen ini kerap mencuit balik tengku zulkarnain dalam beberapa cuitannya yang nyeleneh). Dia melampirkan video singkat hasil ILC yang menyorot pernyataan Tengku Zulkarnain itu sendiri.
Pegiat media sosial Mohamad Guntur Romli @GunRomli juga turut membalas cuiittan Thomi Zayn Altair koneksi ke @ustadtengkuzul, "Yang ada beritanya kebakaran 5 ruko di JALAN MASJID di Brandan, kok jadi pembakaran masjid ya?"
Mengutip laman suaraislam.co, tanggapan netizen terkait protes netter atas pernyataan Tengku Zulkarnain pada acara publik yang disaksikan berjuta pasang mata itu juga sangat beragam.
Berikut tanggapan netizen:
Sumber: medan.tribunnews.com, jurnalindonesia.co.id, dan suaraislam.co
[Edmun]
Kekerasan terakhir terjadi pada Minggu kemarin, 11 Februari 2018 terhadap pastur Romo Edmund Prier beserta jemaatnya dan petugas polisi di Gereja St. Lidwina Bedog, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Sebelum itu, kasus penyerangan terhadap tokoh agama, yang membuat publik geram atas tragedi KH Umar Basri (60), Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat dianiaya oleh orang tidak dikenal di dalam masjid. Belakangan diketahui, pelaku penyerangan (penganiayaan) tersebut setelah ditangkap polisi ternyata memiliki gangguan jiwa.
Selanjutnya, tanggal 1 Februari 2018, Komandan Brigade PP PERSIS HR Prawoto diserang di Blok Sawah, Kelurahan Cigondewah Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat. Kekerasan juga sempat terjadi kepada Biksu Mulyanto Nurhalim dan pengikutnya di Desa Caringin, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten pada 7 Februari 2018.
Keempat peristiwa tersebut langsung mendapat respon, membuka mata publik awal 2018 ini. Termasuk, yang tak mau ketinggalan, acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang ditayangkan TVOne, Selasa 13 Februari 2018 malam, langsung mengusung tema ‘Teror Ke Pemuka Agama: Adakah Dalangnya?’, menjadi tema sentral.
Tema ini diangkat mengingat maraknya aksi kekerasan yang dialami tokoh-tokoh agama tersebut di tempat ibadah oleh seseorang yang tak dikenal dan berkepribadian normal atau labil, akhirnya digambarkan dalam TalkShow tersebut.
Sejumlah narasumber dihadirkan di acara ini. Salah satunya adalah Wakil Sekjen MUI, KH Tengku Zulkarnain yang kerap tanpa tedeng aling-aling secara datar mengungkap fakta dan gejala secara kontroversial, sehingga memantik kekeliruan yang tak sesuai fakta dan realitasnya.
Misalnya, yang menjadi trending topik, adanya salah satu pernyataan Tengku Zulkarnain yang oleh netizen dianggap tidak valid, terkait pernyataannya mengenai data yang dibacakannya soal pembakaran masjid di Kampung Brandan.
Yang diberitakan medan.tribunnews.com, dilansir dari jurnalindonesia.co.id, berita itu sebenarnya terkait kasus api yang melalap lima rumah toko, tepatnya di Jalan Mesjid, Kelurahan Brandan Timur, Kecamatan Babalan, Langkat, Sumatera Utara. Kok jadi isu pembakaran masjid ya?
“Menyikapi masalah akhir-akhir ini, saya ingin mengungkapkan pendapat dari Ketua Dewan Pertimbangan Masjelis Ulama Indonesia (MUI), Bapak Prof. Dr. Din Syamsuddin,” kata Tengku mengawali pembicaraannya.
Menurutnya, kejadian ini adalah skenario sistemik.
“Jadi ada skenario, tidak mungkin by accident, ini by desaign” kata Tengku.
Dia menilai, tidak mungkin orang gila bermunculan secara serentak seperti jamur di musim hujan.
Kedua, sistemik. Alasannya, lantaran kejadian ini meluas dan mengincar orang-orang tertentu saja.
Tujuannya, kata Tengku, untuk menyebarkan rasa takut di tengah golongan orang-orang beragama. Dan juga untuk menimbulkan pertentangan antar umat beragama.
Dalam kesempatan itu, Tengku menyebutkan sejumlah peristiwa pembakaran masjid di beberapa tempat di Indonesia. Antara lain di Tapanuli Utara, Sumatera Utara, yang menimpa Masjid Sabilillah. Kemudian 2 masjid di Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, yaitu Masjid Annur dan Attaqwa. Tengku mengatakan, sebuah masjid di dekat Pangkalan Brandan, Sumatera Utara yang juga dibakar oleh orang tak dikenal.
Pembakaran masjid di Pangkalan Brandan itulah yang dipermasalahkan netizen melalui Twitter. Seorang Netizen bernama Thomi Zayn Altair menyatakan, data yang diungkapkan Tengku tersebut tidak valid.
Thomi yang mengaku sebagai warga Pangkalan Brandan, tidak pernah melihat sekali pun peristiwa pembakaran masjid di wilayah tempat tinggalnya itu.
“Ngutip dr @ustadtengkuzul bicara ada pembakaran masjid di Pangkalan Brandan di @ILC_tvOnenews
Saya mau bilang: INI BOHONG!
Saya warga asli Pulau Brandan serta pengakuan teman-teman tak pernah melihat SATU pun ada pembakaran masjid. Statusnya mendapat tanggapan dari berbagai tokoh.
Cc @TsamaraDKI @GunRomli @yusuf_dumdum#ILCTerorPemukaAgama
— Thomi Zayn Altair (@zaynaltair) February 13, 2018
“Pendapat saya ialah mungkin beliau keliru menyampaikan isi berita, sampai-sampai nama jalan kota kami jadi sasarannya. Kebakaran tahun lalu di kota kami Pangkalan Brandan yang habiskan 5 ruko di Jln. Masjid,” lanjut Thomi.Saya mau bilang: INI BOHONG!
Saya warga asli Pulau Brandan serta pengakuan teman-teman tak pernah melihat SATU pun ada pembakaran masjid. Statusnya mendapat tanggapan dari berbagai tokoh.
Cc @TsamaraDKI @GunRomli @yusuf_dumdum#ILCTerorPemukaAgama
— Thomi Zayn Altair (@zaynaltair) February 13, 2018
“Memang benar. Tahun lalu memang ada kebakaran di kota kami dan kebetulan bertepatan di Jalan Masjid dan yg terbakar ialah ruko. Bukan masjidnya. Disini beliau keliru,” cuit Thomi.Pendapat saya ialah mungkin beliau keliru menyampaikan isi berita, sampai2 nama jalan kota kami jadi sasarannya. Kebakaran tahun lalu di kota kami Pangkalan Brandan yg habiskan 5 ruko di Jln. Masjid https://t.co/f42CxRkTfg— Thomi Zayn Altair (@zaynaltair) 13 Februari 2018
Memang benar. Tahun lalu memang ada kebakaran di kota kami dan kebetulan bertepatan di Jalan Masjid dan yg terbakar ialah ruko. Bukan masjidnya. Disini beliau keliru.— Thomi Zayn Altair (@zaynaltair) 13 Februari 2018
Berikut pernyataan lengkap Wasekjen MUI KH Tengku Zulkarnain di acara tersebut :
Para netizen juga turut menimpali fakta trending itu. Sebut saja akun twitter bernama @narkosun (netizen ini kerap mencuit balik tengku zulkarnain dalam beberapa cuitannya yang nyeleneh). Dia melampirkan video singkat hasil ILC yang menyorot pernyataan Tengku Zulkarnain itu sendiri.
Ini statement Tengku Zulkarnain bahwa ada masjid di Pangkalan Brandan dibakar. Menurut pengakuan dr @zaynaltair sbg warga asli P Brandan TIDAK ada masjid yg dibakar, adanya ruko di jln Masjid terbakar. Mhn dicek. Linknya: https://t.co/ldBo1KIsqN cc: @WahhabiCC @DivHumasPolri pic.twitter.com/X889fZkG5R— Narko (@narkosun) 13 Februari 2018
Pegiat media sosial Mohamad Guntur Romli @GunRomli juga turut membalas cuiittan Thomi Zayn Altair koneksi ke @ustadtengkuzul, "Yang ada beritanya kebakaran 5 ruko di JALAN MASJID di Brandan, kok jadi pembakaran masjid ya?"
Mengutip laman suaraislam.co, tanggapan netizen terkait protes netter atas pernyataan Tengku Zulkarnain pada acara publik yang disaksikan berjuta pasang mata itu juga sangat beragam.
Berikut tanggapan netizen:
Pendapat saya ialah mungkin beliau keliru menyampaikan isi berita, sampai2 nama jalan kota kami jadi sasarannya. Kebakaran tahun lalu di kota kami Pangkalan Brandan yg habiskan 5 ruko di Jln. Masjid https://t.co/f42CxRkTfg
— Thomi Zayn Altair (@zaynaltair) February 13, 2018
Kalau ini benar, tengzul ini sdh menipu semua masyarakat, termasuk @tvOneNews @mohmahfudmd dan di black list dari acara2 tv. Dan sy khawatir tv one sdh menemuan salag satu dalangnya, ya tengzul ini. Mudah2n saya salah.
— Nasrullah (@Nasrull56874265) February 13, 2018
Si 'Tungku' terang-terangan Bertopeng Islami untuk DUSTA, ini gak cuma menista tapi SENGAJA jadikan agama pembenar BUSUK nafsunya. Yang kasat mata aja dgn berani dia dustakan kebenarannya. Ayo dong yg hobi teriak bela Islam, bersihkan Islam dari sampah2 ala 'TatTungKU'
— S.TOYul #HOKi✌#BE70✌ (@nyudonyowo) February 13, 2018
Gw juga heran masa provokator penyebar fitnah dan kebencian kayak si tengkuzul itu sering dijadiin Narsum di acara ILC dan bahkan dijadiin penceramah di acara Damai Indonesiaku. #TipiwanSehat?
— Fadli Hamzah #DPRAntiKritik (@PriaKolorIjo) February 13, 2018
Sekitar 3-4 tahun yg lalu ada masjid dibakar di daerah dekat pangkalan brandan(lewat sedikit dari pangkalan brandan). Data dari Forum Umat Islam Sumatera Utara.
Kamu pikir saya berani nekat berbohong menghadapi TEMBOK RAKSASA? Apa untungnya BOHONG?
Saya Tdk GILA atau TERIMA DUIT?
— tengkuzulkarnain (@ustadtengkuzul) February 14, 2018
Syukur lah mas….anda waras,@ustadtengkuzul bicara sistematis,ada dalangnya ternyata Dia sendiri Dalangnya Hoax,Provokator….
— Achmad Supranoto (@anakragil867) February 13, 2018.*
— Thomi Zayn Altair (@zaynaltair) February 13, 2018
Kalau ini benar, tengzul ini sdh menipu semua masyarakat, termasuk @tvOneNews @mohmahfudmd dan di black list dari acara2 tv. Dan sy khawatir tv one sdh menemuan salag satu dalangnya, ya tengzul ini. Mudah2n saya salah.
— Nasrullah (@Nasrull56874265) February 13, 2018
Si 'Tungku' terang-terangan Bertopeng Islami untuk DUSTA, ini gak cuma menista tapi SENGAJA jadikan agama pembenar BUSUK nafsunya. Yang kasat mata aja dgn berani dia dustakan kebenarannya. Ayo dong yg hobi teriak bela Islam, bersihkan Islam dari sampah2 ala 'TatTungKU'
— S.TOYul #HOKi✌#BE70✌ (@nyudonyowo) February 13, 2018
Gw juga heran masa provokator penyebar fitnah dan kebencian kayak si tengkuzul itu sering dijadiin Narsum di acara ILC dan bahkan dijadiin penceramah di acara Damai Indonesiaku. #TipiwanSehat?
— Fadli Hamzah #DPRAntiKritik (@PriaKolorIjo) February 13, 2018
Sekitar 3-4 tahun yg lalu ada masjid dibakar di daerah dekat pangkalan brandan(lewat sedikit dari pangkalan brandan). Data dari Forum Umat Islam Sumatera Utara.
Kamu pikir saya berani nekat berbohong menghadapi TEMBOK RAKSASA? Apa untungnya BOHONG?
Saya Tdk GILA atau TERIMA DUIT?
— tengkuzulkarnain (@ustadtengkuzul) February 14, 2018
Syukur lah mas….anda waras,@ustadtengkuzul bicara sistematis,ada dalangnya ternyata Dia sendiri Dalangnya Hoax,Provokator….
— Achmad Supranoto (@anakragil867) February 13, 2018.*
Sumber: medan.tribunnews.com, jurnalindonesia.co.id, dan suaraislam.co
[Edmun]

No comments:
Post a Comment