Pemimpin ISIS dengan Kondisi Memburuk Saat Bersembunyi di Irak - Perbatasan Suriah - Indowordnews

Breaking

14 February 2018

Pemimpin ISIS dengan Kondisi Memburuk Saat Bersembunyi di Irak - Perbatasan Suriah

Pemimpin ISIS dengan Kondisi Memburuk Saat Bersembunyi di Irak - Perbatasan Suriah
Sebuah profil Abu Bakr al-Baghdadi, yang dikeluarkan oleh otoritas Irak tanggal 6 Februari 2018, menunjukkan nama lain yang dia gunakan. (Foto:  AFP)
ERBIL, Wilayah Kurdistan (Kurdistan 24) - Seorang pejabat senior di Badan Intelijen Kementerian Dalam Negeri Irak menegaskan bahwa pemimpin terkenal ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, masih berada di daerah perbatasan wilayah gurun antara Irak dan Suriah dengan kesehatan yang memburuk.

Menurut Dirjen Badan intelijen dan kontraterorisme di Kementerian Dalam Negeri, Abu Ali al-Basri, Baghdadi masih berada di wilayah Suriah, kelompok jihad di perbatasan dengan Irak, menolak laporan bahwa dia telah melarikan diri ke negara lain. .

Pejabat Irak tersebut juga mengklaim bahwa pemimpin ISIS telah menderita "patah tulang dan luka serius" yang mungkin merupakan akibat dari serangan udara sebelumnya terhadap kubu pemberontak ISIS di Irak.

Baghdadi, yang nama aslinya Ibrahim Awwad Ibrahim al-Badri, mulai terkenal pada tahun 2014 saat ia mendirikan "Khilafah" Islam di Irak utara dalam sebuah pidato yang dipublikasikan di kota Mosul. Sejak saat itu, ia tidak pernah muncul secara terang-terangan, hanya memanfaatkan pada pesan suara yang direkam untuk berkomunikasi dengan para pengikutnya.

"Kami memiliki informasi dan dokumen dari sumber-sumber di dalam organisasi teroris," kata Basri kepada kantor berita Irak, al-Sabah. "Baghdadi masih hidup dan bersembunyi di wilayah Suriah [barat Deir al-Zor] dengan bantuan kolaboratornya."
View larger map
Dia menambahkan bahwa sang jihadis baru saja dirawat di sebuah rumah sakit di gurun Jazeera karena "keadaan psikologisnya yang memburuk" juga karena patah tulang dan luka di kakinya yang mencegahnya berjalan tanpa bantuan. Basri menggambarkan kondisi Baghdadi sangat "parah."

Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengumumkan kemenangan akhir atas ISIS penghujung tahun 2017, tapi tetap menekankan warga Irak untuk waspada karena sel-sel tidur dan pemberontak tetap menjadi ancaman. Dalam waktu yang sama, laporan menunjukkan bahwa koalisi pimpinan AS memiliki keterkaitan dengan pemimpin ISIS, namun pihak koalisi tersebut segera membantah klaim itu.

Otoritas Irak baru-baru ini mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Baghdadi dan jihadis senior lainnya, serta sisa-sisa Partai Ba'ath rezim sebelumnya, termasuk putri Saddam Hussein.*(kurdistan24.net).


[mk.]

No comments:

Post a Comment