Acara yang disiarkan langsung (live) itu juga ditonton puluhan orang di Studio Trans 7. Akibat kritikan tersebut, Anies tampak emosional.
Awalnya, pemandu acara, Najwa Shihab, menayangkan hasil wawancara tim Mata Najwa dengan Gembong Warsono.
Video hasil wawancara tersebut diputar di panggung yang menampilkan Anies dan Sandiaga.
Di video, Gembong Warsono mengatakan: “Selama 100 hari pemerintahan Anies-Sandiaga tidak ada kemajuan. Kepemimpinan mereka hanya menengok ke belakang,” katanya.
Arti menengok ke belakang, dijelaskan Gembong, Anies hanya membanding-bandingkan kebijakan dia dengan kebijakan Gubernur DKI terdahulu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
“Pak Anies hanya membanding-bandingkan kebijakn dia dengan kebijakan gubernur sebelumnya,” katanya.
Dan, menurut Gembong, kebijakan Pemprov DKI Jakarta tidak maju, melainkan hanya menengok ke belakang.
“Seharusnya, bagaimana Anies membangun Jakarta ke depan,” katanya.
Baca Juga: Mata Najwa: 100 Hari dalam janji kampanye Anies-Sandi yang paling diingat
Sebaliknya, Anies tampak emosional. Dia dengan suara meninggi, mencela Najwa Shihab.
“Anda memilih pembicara dari partai oposisi. Tidak mungkin dia (Gembong Warsono) memuji saya,” kata Anies dengan emosional.
Menanggapi itu, Najwa Shihab mengatakan: “Justru, kalau yang ditampilkan dari partai anda, sudah pasti memuji-muji. Dan, kabar yang beredar anda akan diinterpelasi,” tutur Najwa.
Akhirnya, Anies diam. Tampak dia sangat emosional. (rayapos)
Baca Juga: Bisikan Mistik, Ketua DPRD Jakarta Kaget Biaya Lift Rumah Dinas Gubernur Muncul Tiba-tiba
By. Embo:
web.telegram.org/#/im?p=@indoword_news

No comments:
Post a Comment