![]() |
| Update Kegiatan Prajurit TNI Untuk Suku Asmat Papua. Diturunkan 53 personel tim medis TNI untuk membantu penanganan wabah penyakit di Kabupaten Asmat, Papua. (Foto: Puspen TNI) |
![]() |
| Sesulit apapun medan dan apapun ceritanya Jiwa Raga Kami Untuk Warga Asmat Papua dan NKRI seutuhnya/Twitter Puspen TNI |
“Kerja sama ini merupakan integrasi pemerintah dalam upaya pengendalian KLB gizi buruk dan campak. Semoga dengan kerja sama ini dapat mempermudah upaya pengendalian dan menekan jumlah penderita gizi buruk dan campak,” kata Menkes, Selasa (16/1) yang dilansir dari berita sehatnegeriku.kemkes.go.id.
![]() |
| Ilustrasi. Kemenkes, TNI, dan Polda Papua Bersatu Berantas Gizi Buruk dan KLB Campak |
Kemenkes pun mengirimkan makanan tambahan (PMT) untuk balita kurus dan PMT ibu hamil kurang energi kronis (KEK) sebanyak 22 dus PMT balita dan 30 dus PMT Ibu Hamil. Jumlah PMT akan ditambah dengan PMT yang ada di Gudang Jayapura dan pengangkutan akan dilakukan bersama rombongan tim TNI dan Sipil terkait penanganan kasus ini.
Sementara itu, TNI telah mengirimkan 53 personel tim medis yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Kesehatan TNI yang terdiri dari dokter spesialis dan paramedis. Disamping itu juga dikirimkan obat-obatan sesuai kebutuhan, dengan prioritas vaksin campak dan difteri serta Alat Kesehatan (Alkes). Satgas Kesehatan TNI juga membawa logistik berupa bahan makanan siap saji sebanyak 11.100 pak.
Bantuan utk warga Di Wilayah Kabupaten Asmat, Timika Provinsi Papua...🙏🏾😎🇲🇨 pic.twitter.com/VjxyGemwT5— Pusat Penerangan TNI (@Puspen_TNI) 18 Januari 2018
Adanya bantuan dengan Polda ini diharapkan selain melakukan tindakan medis nantinya juga bisa melakukan pemetaan daerah-daerah yang mengalami krisis kesehatan. Selain itu juga mengkoordinir kegiatan tim selama disana khususnya penyediaan transportasi laut dan memberikan batuan kepada para pihak serta memfasilitasinya dengan seluruh sarana yang ada.
“Setiap bantuan kesehatan adalah yang memang mereka (penderita gizi buruk dan campak di Asmat) butuhkan. Semoga dengan adanya bantuan dari TNI, Polda dan terutama upaya dari Kemenkes jumlah KLB gizi buruk dan campak dapat ditekan,” ucap Menkes.
Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.
Cerita Dokter Spesialis Anak, Ajarkan Orangtua Asmat Buat Susu @KemenkesRI via @liputan6dotcom https://t.co/UgjHJf9FpF— Kemenkes RI (@KemenkesRI) 19 Januari 2018
[malik/IndoWN]



No comments:
Post a Comment